Kejaksaan Amerika Serikat menangkap Gerald Eddie Brown (65). Mantan pilot Angkatan Udara Amerika Serikat ini didakwa melatih pilot militer China.
Penangkapan Brown diumumkan pada Rabu (25/2/2026) siang waktu Indiana atau Kamis dini hari WIB. Brown ditangkap di Jeffersonville, Indiana. Sidang dakwaan dijadwalkan pada Kamis siang waktu Jeffersonville.
”Angkatan Udara Amerika Serikat melatih Mayor Brown untuk menjadi pilot tempur elite dan memercayakan kepadanya pertahanan negara kita. Sekarang ia didakwa melatih pilot militer China,” kata Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional, John A Eisenberg, dalam pernyataan resmi kejaksaan.
Brown dijerat dengan setidaknya dua aturan yakni Undang-undang Pengendalian Ekspor Senjata (AECA) dan Peraturan Lalu Lintas Senjata Internasional (ITAR). Menurut kedua aturan itu, pelatihan militer asing dari warga atau lembaga AS adalah tindakan ilegal ”Kecuali kecuali mereka memiliki izin dari Departemen Luar Negeri,” kata Eisenberg.
Pelatihan kepada militer asing harus atas izin Departemen Luar Negeri dan Departemen Perang AS. Pelatihan oleh Brown ke China tanpa izin dari lembaga itu.
Brown, menurut Biro Investigasi Federal AS (FBI), adalah mantan pelatih bagi pilot jet tempur F-35. Ia berpengalaman puluhan tahun sebagai pilot dan pelatih pilot jet tempur.
“Sebagai seorang Perwira Angkatan Udara, Brown telah bersumpah untuk membela Bangsa kita dari semua musuh asing dan domestik, dia melanggar sumpah itu, dan mengkhianati negara, membahayakan keselamatan anggota militer dan sekutu kita,” kata Jaksa Agung AS untuk Washington DC, Jeanine Ferris Pirro.
“Kami akan meminta pertanggungjawaban Brown, dan siapa pun yang berkonspirasi melawan Bangsa kita, atas tindakan mereka. Departemen Kehakiman dan jaksa penuntut teguh dalam komitmen kami untuk menggunakan setiap alat hukum yang tersedia untuk menjaga keahlian militer Amerika tetap berada di tempatnya,” lanjutnya.
Asisten Direktur FBI pada Divisi Kontra Intelijen dan Spionase, Roman Rozhavsky, menyebut Brown sebagai pengkhianat. ”Pemerintah China terus mengeksploitasi keahlian anggota angkatan bersenjata AS saat ini dan mantan anggota untuk memodernisasi kemampuan militer China. Penangkapan ini adalah peringatan bahwa FBI dan mitra kami tidak akan berhenti sampai mereka meminta pertanggungjawaban siapa pun yang berkolaborasi dengan musuh kita untuk membahayakan anggota layanan kita dan membahayakan keamanan nasional kita,” katanya.
“Gerald Brown, mantan pilot instruktur F-35 Lightning II dengan pengalaman puluhan tahun menerbangkan pesawat militer AS, diduga mengkhianati negaranya dengan melatih pilot-pilot China untuk berperang melawan mereka yang telah ia sumpahi untuk lindungi,” lanjutya.
Penangkapan Brown melibatkan berbagai instansi. Selain FBI, penyelidikan kasus Brown dilakukan Kantor Penyelidikan Khusus AU AS (AFOSI). ”Memberikan pelatihan militer AS kepada musuh kita merupakan ancaman signifikan terhadap keamanan nasional,” ujar Direktur Eksekutif AFOSI Lee Russ.
Pengalaman panjang
Brown sebenarnya pensiun sebagai pilot AU sejak 1996. Selama bertugas, ia memakai nama panggilan ”Runner”
Dalam berkas tuntutan, Brown antara lain disebut melatih pilot Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China pada Agustus 2023. Brown memanfaatkan 24 tahun pengalaman sebagai pilot AU AS untuk melatih para pilot PLA.
Selama bertugas, Brown antara lain memimpin unit yang mengurus pengiriman senjata nuklir. Ia juga melatih para calon pilot jet tempur mulai dari F-4, F-15, hingga F-16. Setelah pensiun, ia dikontrak menjadi pelatih pilot A-10 dan F-35.
Pelatihan kepada PLA diberikan Brown atas kerja sama dengan Stephen Su Bin. Pada 2016, Bin pernah dihukum 4 tahun oleh AS karena mencuri data militer AS dari kontraktor swasta.
Brown, menurut tim penyelidik, menyampaikan kepada Bin soal kesediaan melatih pilot PLA. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga kemampuannya sebagai pilot dan pelatih.
Pada Desember 2023, Brown ke China. Ia memulai kontrak dengan wawancara soal AU AS. Ia lalu memaparkan risalah pekerjaannya. Ia di China sampai akhir Januari 2026.
Ia bukan pensiunan pilot AS pertama yang didakwa membantu PLA. Pada 2017, AS menangkap mantan pilot Korps Marinir, Daniel Edmund Duggan, dengan dakwaan sejenis.
Duggan melatih pilot PLA soal taktik, teknik, serta prosedur lepas landas dan mendarat di kapal induk. Ia ditangkap di Australia dan sampai sekarang masih ditahan di sana. Duggan menanti keputusan sidang ekstradisi.
Sumber: kompas.id

