Penyebab Penangkapan Aktor Shia Labeouf, Dituduh Pukul dan Lontarkan Ejekan Homofobia

Aktor Shia LaBeouf mengunggah pesan singkat berbunyi “Free me” (Bebaskan aku) di akun X miliknya pada Rabu (18/2/2026) pagi waktu Amerika Serikat (AS). Unggahan tersebut muncul hanya sehari setelah ia ditangkap kepolisian New Orleans, AS, akibat keterlibatan dalam perkelahian fisik di tengah perayaan Mardi Gras.

Insiden yang terjadi pada Selasa (17/2/2026) dini hari waktu setempat di luar sebuah bar di kawasan Royal Street ini menambah daftar panjang masalah hukum yang menjerat bintang film Transformers tersebut. Dilansir laman Variety, berdasarkan pernyataan resmi dari Departemen Kepolisian New Orleans (NOPD), LaBeouf dilaporkan berperilaku agresif dan menyebabkan gangguan di sebuah tempat usaha.

Bukannya mereda saat diminta meninggalkan lokasi, emosi LaBeouf dikabarkan justru memuncak dan berujung pada kekerasan fisik terhadap warga di sekitar lokasi kejadian. “Setelah dikeluarkan dari gedung, korban melaporkan bahwa dirinya dipukul oleh LaBeouf, yang menggunakan kepalan tangannya berkali-kali ke arah korban,” kata pihak kepolisian.

Situasi sempat memanas kembali saat LaBeouf kembali ke lokasi dengan sikap yang jauh lebih konfrontatif. Laporan polisi menyebutkan bahwa meskipun sejumlah orang berusaha menahannya, LaBeouf tetap menyerang korban yang sama berulang kali dan dilaporkan menganiaya orang lain dengan cara memukul hidungnya.

Akibat aksi tersebut, LaBeouf kini menghadapi dua dakwaan penganiayaan ringan. Meski telah dibebaskan dari penjara pada Selasa waktu setempat, ia diwajibkan mengikuti sidang praperadilan yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026.

Dikutip dari laman The Guardian, salah satu korban, Jeffrey Damnit, menceritakan momen ketika LaBeouf mencoba menghajarnya. Menurut klaim Damnit, LaBeouf mencoba memukulinya sembari meneriakkan kata-kata kasar bernada homofobia. Damnit merekam video dengan ponsel yang menunjukkan LaBeouf berada di belakang kendaraan petugas medis, menatapnya, dan kembali melontarkan kata penghinaan tersebut.

“Teruslah panggil aku dengan sebutan itu,” kata Damnit dalam video tersebut.

Nathan Thomas Reed, korban lain yang diidentifikasi oleh polisi, juga mengonfirmasi perilaku serupa melalui pesan singkat. Reed, yang mengidentifikasi dirinya sebagai queer, menuduh LaBeouf sengaja menyasar mereka dengan ujaran kebencian.

“Saya ingin orang-orang tahu bahwa dia memanggil orang dengan sebutan itu,” tulis Reed.

Penangkapan ini memperpanjang rekam jejak LaBeouf, termasuk penyelesaian gugatan kekerasan seksual dari FKA Twigs pada Juli tahun lalu serta perintah rehabilitasi pengadilan pada 2017. Dilansir laman People, dalam sebuah sesi bincang-bincang di podcast Real Ones milik Jon Bernthal pada Agustus 2022, LaBeouf sempat memberikan pengakuan mengenai perlakuannya terhadap perempuan.

“Saya menyakiti wanita itu. Dan dalam proses melakukan itu, saya menyakiti banyak orang lain, dan banyak orang lain sebelum wanita itu. Saya adalah manusia yang mencari kesenangan, egois, mementingkan diri sendiri, tidak jujur, tidak mempertimbangkan orang lain, dan penuh ketakutan,” ujarnya.

Sifat agresif LaBeouf ini juga terekam dalam dokumenter Slauson Rec (2025) karya Leo Lewis O’Neil. Dalam film tersebut, LaBeouf terlihat kerap membentak kru hingga memicu perkelahian fisik.

Sumber: republika.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *