Polres Maros Punya Dua SPPG: Layani 2.377 Pelajar di Kecamatan Lau, Bantimurung Belum Beroperasi

Sebanyak 2.377 siswa dari 12 sekolah kini menerima manfaat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Maros.

SPPG Polres Maros berada di Lingkungan Belang-belang, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Lokasinya sekitar 8,6 Km dari perbatasan Maros – Pangkep.

SPPG ini telah dioperasikan sejak 15 Desember 2025.

Namun baru diresmikan bersamaan kegiatan serentak seluruh Indonesia.

Termasuk peresmian delapan gudang ketahanan pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Jumat (13/2/2026).

Peresmian SPPG ditandai pengguntingan pita Kapolres MarosAKBP Douglas Mahendrajaya.

Hadir Asisten 1 Pemkab Maros, Amiruddin, Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Letkol Arm Agung Yuhono.

Selanjutnya, rombongan mengikuti arahan presiden lewat sambungan zoom.

Kapolres Maros, Douglas Mahendrajaya, mengatakan saat ini satu SPPG lainnya tengah dalam proses penunjukan dan segera menyusul beroperasi di wilayah Bantimurung.

Maccini Baji ini melayani 12 sekolah dengan 2.377 penerima manfaat setiap harinya.

Sedangkan Bantimurung masih tahap persiapan dan akan dilakukan trial lebih dulu.

Salah satu keunggulan SPPG Polri adalah sistem food security atau pengujian keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

“Setiap makanan diuji oleh tim kesehatan atau dokter kami menggunakan indikator tertentu, seperti boraks dan formalin untuk memastikan layak konsumsi,” jelasnya.

Sistem tersebut menjadi jaminan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Dalam operasionalnya, SPPG ini menyerap 50 tenaga kerja.

Diantaranya kepala SPPG, ahli gizi, tenaga akuntansi, serta 47 orang tim dapur yang bertugas melakukan pemorsian, penjamu, hingga pengantaran makanan.

Menu yang disajikan disusun dalam daftar mingguan dengan variasi berbeda setiap hari. 

Seluruh bahan baku disebut berasal dari Kabupaten Maros dan turut melibatkan pelaku usaha lokal.

“Bahannya dari Maros semua, bisa dibilang juga melibatkan UMKM,” katanya.

Salah satu murid penerima manfaat, Azizah Putri, mengaku senang dengan adanya program tersebut.

“Makanannya enak dan menunya selalu berbeda. Jadi kami tidak bosan. Kalau sudah makan, lebih semangat belajar di kelas,” tutupnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *