Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar menyiapkan dokumen tender perencanaan proyek fisik 2026.
Sejumlah proyek strategis akan dijalankan. Mulai pembangunan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik), lanjutan Makassar Government Center (MGC), kantor lurah, hingga stadion bertaraf internasional.
Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah Dinas PU Makassar, Hajar Aswad mengatakan dokumen perencanaan maupun fusik proyek akan diproses ke bagian pengadaan barang dan jasa pasca pengesahan Dokumen Perencanaan nggaran (DPA).
“Kalau DPA selesai, kita langsung proses tendernya ke Unit Layanan Pengadaan (ULP),” kata Hajar, Kamis (5/2).
Untuk pembangunan Kantor Disdik, proyek menggunakan skema multiyears anggaran sekitar Rp 30 miliar.
“Untuk Disdik kita alokasikan multyears dua tahap. Tahap pertama sekitar Rp15 miliar 2026 dan tahap kedua juga Rp15 miliar 2027,” katanya.
Pada tahun pertama pelaksanaan, anggaran difokuskan pada pekerjaan konstruksi utama. Sementara tahun berikutnya dilanjutkan dengan penyempurnaan fasilitas pennjang.
Hajar mengaskan seluruh pekerjaan fisik diupayakan rampung lebih awal dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
“Kita usahakan kegiatan seperti ini sebelum bulan 12 sudah harus clear. Targetnya di bulan Oktober atau November sudah selesai,” katanya.
Kantor Dinas Pendidikan akan dibangun dengan konsep bangunan baru, bukan renovasi. Gedung lama akan dirobohkan dan diganti bangunan yang lebih representatif.
Secara konsep awal, gedung kantor Disdik direncanakan empat lantai serta rooftop, meski desain final masih menunggu hasil perencanaan teknis. Sementara lanjutan MGC juga menggunakan skema multiyears. Anggaran MGC tahap II telah masuk dalam Dokumen Pelakasaan Anggaran (DPA).
Pada 2026 dialokasikan sekitar Rp30 miliar, sementara sisanya Rp35 miliar dianggarkan 2027.
Tender perencanaan dijadwalkan dua bulan, dilanjutkan proses desain dan gambar teknis dua hingga tiga bulan.
Tender fisik ditargetkan mulai dipersiapkan Juli dan kontrak pekerjaan fisik sekitar Agustus hingga September 2026.
“Berlanjut di 2027 tanpa tender ulang karena multiyears,” ujar Hajar.
Sumber: Harian Tribun Timur, 6 Februari 2026

