Sejumlah besar dokumen baru dari hasil penyelidikan terhadap miliarder dan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali dirilis. Isinya mengungkap komunikasi Epstein dengan sejumlah sosok berpengaruh dan kaya di dunia.
Kantor berita Associated Press, Minggu (1/2/2026), memberitakan, mulai dari Andrew Mountbatten-Windsor (dulunya Pangeran Andrew) hingga Elon Musk disebut dalam dokumen itu. Diperkirakan, komunikasi terjadi sebelum Epstein bunuh diri di sel penjara pada 2019.
Sesuai Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang disahkan Kongres, Departemen Kehakiman Amerika Serikat diwajibkan merilis dokumen terkait Epstein. UU itu diberlakukan setelah berbulan-bulan tekanan publik dan politik yang mengharuskan pemerintah untuk membuka berkas Epstein dan orang kepercayaan sekaligus mantan kekasihnya, Ghislaine Maxwell.
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, Jumat (30/1/2026), mengatakan, Departemen Kehakiman mengungkap lebih dari 3 juta halaman dokumen bersama dengan lebih dari 2.000 video dan 180.000 foto. Berkas yang diunggah di laman departemen mencakup beberapa juta halaman catatan yang ditahan dari rilis pada Desember 2025.
Dari dokumen itulah terungkap nama-nama penting dan berpengaruh yang menjalin komunikasi dengan Epstein. Banyak dari mereka membantah memiliki hubungan dekat dengan mendiang pengusaha yang dituduh melakukan perdagangan seks itu.
Banyak pula yang membantah terlibat dalam dugaan pelecehan seksual terhadap para perempuan muda. Inilah yang menjadi alasan penangkapan Epstein.
Andrew Mountbatten-Windsor
Nama pertama yang muncul adalah Andrew. Nama adik Raja Inggris Charles III itu muncul beberapa ratus kali dalam dokumen terbaru yang dirilis. Nama Andrew juga muncul dalam surat elektronik pribadi Epstein yang diberi label ”The Duke”.
Di antara korespondensi mereka, terdapat undangan kepada Epstein untuk makan malam di Istana Buckingham. Selain itu, ada tawaran Epstein untuk memperkenalkan Andrew kepada seorang wanita Rusia berusia 26 tahun.
Sejak lama Andrew dibayangi oleh pertanyaan tentang hubungannya dengan Epstein. Ia juga mendapat tuduhan dari mendiang Virginia Giuffre bahwa perempuan itu diperdagangkan oleh Epstein dan diperintahkan untuk berhubungan seks dengan Andrew ketika ia berusia 17 tahun.
Andrew berulang kali membantah tuduhan itu. Raja Charles III akhirnya mencabut gelar kerajaannya dan haknya akhir tahun lalu.
Andrew kembali menghadapi pertanyaan apakah dia harus bekerja sama dengan otoritas AS yang menyelidiki Epstein dan hubungannya dengan orang-orang berpengaruh di dunia. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyarankan agar dia memberi tahu penyidik apa pun yang diketahui tentang Epstein.
Andrew sejauh ini mengabaikan permintaan anggota Komite Pengawasan DPR AS untuk wawancara tentang ”persahabatannya yang sudah lama” dengan Epstein.
Elon Musk
Musk, miliarder pendiri Tesla dan pemilik X, muncul beberapa kali dalam dokumen Epstein terbaru. Namanya muncul dalam korspondensi surel kurun waktu 2012-2013.
Melalui surel itu, Musk dan Epstein membahas kunjungan ke kompleks pulau Karibia milik Epstein yang terkenal. Belum jelas apakah kunjungan ke pulau tersebut benar-benar terjadi.
Juru bicara perusahaan Musk belum menanggapi surel dari AP yang meminta konfirmasi.
Musk menyatakan, ia berulang kali menolak tawaran dari Epstein. ”Epstein mencoba mengajak saya pergi ke pulaunya dan saya MENOLAK,” tulisnya di X pada 2025.
Miroslav Lajcak
Perdana Menteri Slowakia Robert Fico, Sabtu, mengatakan, ia menerima pengunduran diri penasihat keamanan nasionalnya, Miroslav Lajcak. Lajcak mengundurkan diri sehari setelah komunikasi masa lalunya dengan Epstein muncul dalam dokumen yang baru dirilis.
Lajcak, mantan Menteri Luar Negeri Slovakia dan mantan Presiden Majelis Umum PBB, membantah melakukan kesalahan apa pun. Ia mengatakan, kontak-kontaknya merupakan bagian dari tugas diplomatik dan terjadi sebelum otoritas AS membuka penyelidikan terhadap Epstein.
Tekanan untuk memecat Lajcak meningkat dari partai-partai oposisi dan mitra nasionalis dalam koalisi pemerintahan Fico.
Howard Lutnick
Dokumen baru yang dirilis mengungkap bahwa Epstein pernah mengundang Menteri Perdagangan AS saat ini, Howard Lutnick, ke Pulau Karibia pada Desember 2012. Istri Lutnick dengan antusias menerima undangan itu. Ia mengatakan, mereka tiba dengan kapal pesiar bersama anak-anak.
Lutnick dan Epstein juga minum-minum pada kesempatan lain pada tahun 2011, menurut sebuah jadwal. Enam tahun kemudian, mereka saling mengirim surel tentang pembangunan gedung di seberang jalan dari rumah mereka.
Lutnick lantas menjauhkan diri dari Epstein. Ia menyebut Epstein ”menjijikkan”. Departemen Perdagangan AS melalui pernyataan mengatakan, Lutnick memiliki ”interaksi terbatas dengan Epstein di hadapan istrinya dan tidak pernah dituduh melakukan kesalahan”.
Steve Bannon
Dokumen penyelidikan juga menunjukkan Epstein bertukar ratusan pesan teks ramah dengan Steve Bannon, penasihat utama Presiden AS Donald Trump. Hal itu terjadi beberapa bulan sebelum kematian Epstein di penjara pada 2019.
Mereka membahas politik, perjalanan, dan sebuah film dokumenter yang konon direncanakan Bannon untuk membantu menyelamatkan reputasi Epstein. Pada Maret 2019, Bannon meminta Epstein untuk menyediakan pesawat untuk menjemputnya di Roma.
Sekitar waktu yang sama, Epstein berkomunikasi dengan Kathy Ruemmler, pengacara dan mantan pejabat Gedung Putih semasa Presiden Barack Obama. Dalam surel yang penuh kesalahan tik, ia memperingatkan, Demokrat harus berhenti menjelek-jelekkan Trump sebagai tokoh tipe mafia.
Bannon tidak segera menanggapi upaya konfirmasi AP. Ruemmler mengatakan, melalui juru bicara bahwa ia berhubungan dengan Epstein secara profesional selama masa kerjanya sebagai pengacara di praktik swasta. Ruemmler mengatakan, sekarang ia menyesal pernah mengenalnya.
Richard Branson
Epstein juga berkomunikasi dengan Richard Branson, pendiri Virgin Group Limited. Branson bertukar banyak surel dengan Epstein setelah Epstein mengaku bersalah karena eksploitasi seksual anak dan terdata sebagai pelaku kejahatan seksual di Florida pada 2008.
Dalam surel pada 2013, Branson mengundang Epstein ke pulau pribadinya di Karibia. ”Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin sekali bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem,” tulisnya.
Seorang juru bicara Branson menyatakan, istilah ”harem” merujuk pada anggota staf Epstein yang sudah dewasa.
Dalam pesan lain tahun itu, Branson menyarankan Epstein untuk memperbaiki citranya melalui pendiri Microsoft, Bill Gates. Caranya, Gates perlu memberi tahu publik bagaimana Epstein telah menjadi penasihat yang brilian baginya. Selain itu, publik perlu diyakinkan bahwa Epstein sudah ”belajar dari kesalahan dan tidak melakukan apa pun yang melanggar hukum sejak saat itu”.
Juru bicara Branson mengatakan, Branson akhirnya memutuskan hubungan dengan Epstein setelah mengetahui lebih lanjut tentang tuduhan serius terhadapnya.
Ehud Barak
Mantan PM Israel Ehud Barak dan istrinya terungkap sering berkomunikasi dengan Epstein. Dalam dokumen terbaru terungkap, mereka berhubungan secara teratur dengan Epstein selama bertahun-tahun, termasuk setelah pengakuan bersalahnya pada 2008 atas kejahatan seksual di Florida.
Di antara korespondensi tersebut, terdapat rencana Barak untuk tinggal di kediaman Epstein di New York pada 2017. Surat-surat lain membahas logistik sehari-hari untuk kunjungan, pertemuan, dan panggilan telepon dengan Epstein.
Barak mengakui secara teratur mengunjungi Epstein dalam perjalanannya ke New York dan terbang dengan pesawat pribadinya. Namun, ia tetap menyatakan tidak pernah mendapati perilaku atau pesta yang tidak pantas.
Berkas lainnya
Selain nama-nama tersebut, masih ada nama-nama lain dalam dokumen Epstein terbaru. Kendati demikian, diyakini dokumen itu disensor.
Jamie Raskin, pemimpin Demokrat di Komite Kehakiman DPR, mendesak Departemen Kehakiman untuk mengizinkan anggota parlemen meninjau versi yang tidak disensor. Raskin juga mendesak Departemen Kehakiman merilis berkas Epstein terbaru secepatnya pada Minggu.
Tuntutan Raskin menegaskan keyakinan Demokrat bahwa Departemen Kehakiman belum sepenuhnya mematuhi Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Dalam surat kepada Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, Raskin mengatakan, peninjauan itu sangat mendesak menjelang kesaksian Jaksa Agung Pam Bondi pada 11 Februari di hadapan Komite Kehakiman DPR.
Raskin berpendapat, Kongres harus membuat penilaian tentang sah atau tidaknya penyuntingan dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman. Menurut dia, ada lebih dari 6 juta halaman dokumen terkait Epstein.
Sebuah kelompok yang mewakili para korban Epstein mendesak agar berkas Departemen Kehakiman dirilis sepenuhnya. ”Departemen Kehakiman tidak dapat mengklaim sudah selesai merilis berkas sampai setiap dokumen yang diwajibkan secara hukum dirilis dan setiap pelaku dan pendukungnya sepenuhnya terungkap,” sebut pernyataan humas mendiang Giuffre.
Kelompok itu menekankan, tuntutan mereka bukan tentang politik, melainkan transparansi dan keadilan bagi para korban.
Sumber: kompas.id

