Kemenkes: Penghematan Anggaran dari CKG Belum Terlihat

DIREKTUR Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengatakan program cek kesehatan gratis (CKG) berpotensi menghemat pembiayaan kesehatan negara dalam jangka panjang, meski dampaknya belum akan terlihat pada tahun pertama pelaksanaan.

“Penghematan itu pasti terjadi. Tapi apakah terjadi di tahun pertama? Tidak juga,” kata Maria Endang dalam konferensi pers capaian dan evaluasi program CKG secara daring pada Jumat, 23 Januari 2026.

Menurut Maria, CKG dirancang untuk mendeteksi penyakit sejak dini, bahkan sebelum seseorang merasakan gejala. Dengan deteksi awal, penanganan dapat dilakukan di layanan primer, seperti puskesmas dan klinik, yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan pengobatan penyakit kronis atau tindakan medis lanjutan di rumah sakit.

Maria menjelaskan, tanpa deteksi dini, banyak kasus hipertensi dan diabetes berisiko berkembang menjadi komplikasi berat, seperti gagal ginjal, stroke, atau penyakit jantung. “Biaya hemodialisis, operasi stroke, atau operasi jantung itu jauh lebih mahal dibandingkan mengobati hipertensi setiap hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan CKG, Kemenkes menemukan jutaan kasus tekanan darah di atas normal. Maria menyebutkan, sekitar 7 juta kasus hipertensi ditemukan pada kelompok usia dewasa, dan jika digabung dengan lansia jumlahnya mencapai sekitar 10 juta orang. Jika kelompok ini dapat ditangani secara konsisten di layanan kesehatan primer, risiko komplikasi berat dapat ditekan.

Namun, ia mengakui pada fase awal program justru terjadi peningkatan beban pembiayaan. Hal ini disebabkan meningkatnya temuan kasus penyakit yang sebelumnya tidak terdeteksi. “Tahun pertama itu kita menemukan lebih banyak penyakit. Tapi kita temukan di stage awal yang biayanya lebih murah untuk diobati,” kata Maria.

Maria menilai, penghematan baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, ketika kasus-kasus tersebut tidak berkembang menjadi penyakit kronis yang membutuhkan intervensi mahal. Karena itu, pada 2026 Kementerian Kesehatan akan memperkuat aspek tata laksana dan kesinambungan pengobatan, bukan sekadar pemeriksaan awal.

Pernyataan ini sekaligus merespons klaim Presiden Prabowo Subianto bahwa CKG akan menghasilkan penghematan anggaran negara. Prabowo menyebut program CKG sebagai kebijakan rasional yang dirancang untuk menghemat anggaran negara dalam jangka panjang.

“Kami memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh warga negara Indonesia. Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang,” kata Prabowo saat berpidato di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 22 Januari 2026.

Kepala negara menilai CKG mampu menekan beban biaya pengobatan dalam jangka panjang melalui deteksi dini penyakit.

Sumber: tempo.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *