Tiga orang tewas dan satu terluka akibat penembakan di La Cargelligo, sebuah kota kecil yang terletak sekitar 600 kilometer barat laut Sydney, Australia, Kamis (22/1/2026) sore. Korban tewas adalah dua orang perempuan dan seorang pria.
Kantor berita ABC melaporkan, para korban ditemukan di dua tempat terpisah. Di lokasi pertama, polisi menemukan seorang pria dan perempuan yang sudah meninggal. Selanjutnya di lokasi kedua dekat Walker Street ditemukan seorang pria dan perempuan dengan luka tembak.
Kepala Wilayah Barat Kepolisian New South Wales Andrew Holland mengatakan, polisi sudah mengetahui identitas pelaku dan sedang memburunya. Penembakan itu dipicu oleh keributan rumah tangga setempat. Korban lainnya seorang pria yang ditemukan di lokasi kedua dalam keadaan stabil, sedang dirawat di rumah sakit setempat.
Polisi menutup wilayah di sekitar lokasi penembakan. Tim taktis polisi juga digelar di kawasan itu untuk memburu pelaku dan menjaga keselamatan warga. Dalam laporan televisi 9News, kepolisian setempat meminta warga untuk tidak keluar rumah. Imbauan juga disebar melalui layanan pesan singkat (SMS) di kota kecil itu.
Pelaku penembakan diketahui melarikan diri dengan kendaraan dinas pemerintah lokal La Cargelligo. Warga setempat bernama Manisha mengatakan kepada Daily Telegraph, mobil polisi dan ambulans berdatangan ke kota kecil tersebut. ”Kota ini hanya memiliki dua jalan utama. Suara sirene terdengar di mana-mana,” kata Manisha.
Anggota parlemen setempat, Roy Butler, mengatakan, penembakan itu adalah berita tragis bagi warga kota kecil tersebut. ”Ini kejadian yang mengerikan, dan sedang terjadi, saya belum punya keterangan lebih lanjut. Kita saat ini fokus pada penanganan korban dan keluarga mereka,” kata Butler.
The Guardian Australia melaporkan, polisi belum menyatakan kejadian tersebut sebagai tindakan terorisme.
Peringatan penembakan Bondi
Meski demikian, kejadian itu memicu trauma yang kian dalam bagi warga Australia lantaran serangan itu terjadi bertepatan dengan peringatan penembakan massal di pantai Bondi pada 14 Desember 2025. Dalam serangan di Bondi, sebanyak 15 orang tewas.
Hari ini, warga Australia menggelar peringatan tragedi penembakan massal yang menewaskan 15 orang di Pantai Bondi bulan lalu. Di Pantai Bondi, warga berdatangan memasang lilin dan mengheningkan cipta. Bendera dikibarkan setengah tiang untuk mengenang para korban yang merupakan penembakan massal terburuk di Australia dalam 30 tahun terakhir.
Warga di seluruh Australia memasang 15 lilin di jendela sebagai tanda duka dan mengenang para korban. Di gedung opera Sydney diadakan doa dengan tema ”Terang Akan Menang”. Aparat terlihat berjaga-jaga di sekitar gedung opera untuk mengamankan acara tersebut.
”Anda datang untuk merayakan terang dan kebebasan dan disambut kekerasan,” kata PM Australia Anthony Albanese di Opera House, Sydney.
Serangan di Bondi dilakukan oleh Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram. Mereka menembaki warga yang tengah mengikuti perayaan hari besar Yahudi, Hanukkah, di Pantai Bondi. Mereka disebut terinspirasi ideologi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).
Salah satu warga yang melawan teror tersebut adalah Ahmed al-Ahmed. Pria itu terkena tembakan pada lengannya setelah merebut senjata dari tangan pelaku. Ahmed adalah seorang pengungsi asal Suriah.
Pemerintah Australia membeli kembali senjata dari warga menyusul insiden teror Pantai Bondi. Polisi juga memperketat perizinan pemilikan senjata dengan mengadakan pengecekan latar belakang.
Pelaku teror Pantai Bondi diketahui bepergian ke Filipina selatan beberapa bulan sebelum melancarkan serangan. Namun, kepolisian Australia mengatakan mereka melakukan serangan secara mandiri dan tidak terkait jaringan terorisme internasional.
Sumber: kompas.id

