Lokasi Sembilan Gedung Baru Sekolah Rakyat di Sulsel, Dua BUMN Mulai Konstruksi

Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) memulai pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen.

Sembilan gedung masuki tahap konstruksi tersebar di beberapa daerah.

Program Sekolah Rakyat merujuk pada inisiatif pendidikan non-formal atau pendidikan alternatif yang digagas untuk memberikan akses pengetahuan kepada masyarakat bawah, petani, nelayan, atau anak-anak yang putus sekolah.

Namun, jika kita mengaitkannya dengan dinamika politik terbaru (2024–2026), istilah ini sering muncul sebagai janji politik atau program kerja unggulan dari beberapa calon kepala daerah.

Berikut adalah beberapa bentuk “Program Sekolah Rakyat” yang ada saat ini:

1. Program Pendidikan Gratis & Perlengkapan Sekolah

Beberapa tokoh politik (termasuk dalam kontestasi Pilkada di Sulsel) menggunakan nama “Sekolah Rakyat” untuk menawarkan paket kebijakan:

Bebas Biaya: Tidak hanya SPP, tapi juga menghapus pungutan-pungutan kecil di sekolah.

Seragam & Alat Tulis Gratis: Pemberian bantuan perlengkapan sekolah secara rutin setiap tahun ajaran baru.

Beasiswa Utusan Daerah: Memberikan akses bagi anak rakyat berprestasi untuk kuliah di universitas ternama dengan biaya pemerintah daerah.

2. Sekolah Rakyat di Sektor Pertanian/Perikanan

Di daerah seperti Gowa, Pinrang, dan Luwu Utara, sering diadakan program “Sekolah Rakyat” bagi orang dewasa:

Sekolah Lapang: Petani diajarkan teknik pertanian modern, penggunaan pupuk organik, dan manajemen keuangan.

Literasi Digital: Mengajar warga desa agar bisa memasarkan produk unggulan desa melalui media sosial atau marketplace.

3. Sekolah Rakyat Berbasis Literasi (Komunitas)

Di Makassar dan sekitarnya, banyak komunitas pemuda yang mendirikan “Sekolah Rakyat” di kolong jembatan atau pesisir pantai:

Tujuannya: Membantu anak-anak jalanan agar tetap bisa membaca, menulis, dan memiliki karakter yang baik.

Metode: Belajar sambil bermain dengan kurikulum yang lebih fleksibel dibanding sekolah formal.

Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat menggunakan skema multi years contract dari tahun 2025 – 2026. 

Sembilan Sekolah Rakyat terbagi ke dalam dua paket dengan alokasi anggaran Rp2,3 triliun.

Paket satu mendapat alokasi Rp 1,2 Triliun meliputi Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, dan Barru. 

Sementara pada paket dua ialah Makassar, Takalar, Sinjai dan Bone dengan alokasi Rp 972 Miliar.

Setiap sekolah rakyat mendapat alokasi pembangunan sekitar Rp 220 miliar hingga Rp 250 miliar.

“Alhamdulillah sudah jalan semua,” kata Iwan saat dihubungi pada Kamis (8/1/2026) sore.

Pemenang paket satu ada PT Waskita Karya.

Letak pembangunannya di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.

Lalu Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Ketiga di Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Sekolah keempat di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Serta Jl Poros Barru – Parepare, Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Raja, Kabupaten Barru.

Sementara Paket 2 dimenangkan PT Nindya Karya.

Paket ini mencakup pembangunan 4 gedung sekolah.

Mulai dari Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

GOR Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar

Lalu Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Serta di Pa’rappunganta, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal menjelaskan progres pengerjaan sudah memasuki tahapan pematangan lahan dan penguatan lahan-lahan yang labil. 

Targetnya sekolah ini selesai konstruksi Juni 2026.

Mengingat angkatan kedua sekolah rakyat akan masuk pada tahun ajaran 2026-2027.

“Saat ini alat-alat berat sudah mulai bekerja, dan seluruh kegiatan masih pada tahap pengerjaan fondasi,” kata Malik saat dihubungi Kamis (8/1/2026) sore.

Nantinya, semua siswa di 16 Sekolah Rakyat rintisan akan dialihkan ke sekolah permanen. 

Nantinya gedung sekolah rakyat rintisan akan dikembalikan ke pemiliknya.

Sesuai aturan, masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA akan menerima sekitar 90 siswa di sekolah rakyat permanen.

“Dari sembilan Sekolah Rakyat yang dibangun saat ini, semuanya lengkap. Ada SD, SMP, dan SMA,” kata Malik.

Pembangunan sekolah rakyat ini pun diharapkan bisa selesai tepat waktu.

Sembilan Titik Sekolah Rakyat di Sulsel:

  1. Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.
  2. Desa Mario, Kecamatan Kulo,  Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)
  3. Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
  4. Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
  5. Jl Poros Barru – Parepare, Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Raja, Kabupaten Barru.
  6. Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
  7. GOR Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. 
  8. Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
  9. Pa’rappunganta, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *