Setidaknya 8.475 penerbangan ditunda dan 1.702 lain dibatalkan di Amerika Serikat akibat badai Delvin. Pesisir barat dan timur AS sama-sama waspada pada cuaca buruk di akhir pekan. Rangkaian pembatalan dan penundaan itu menjadi tantangan perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru.
Badan layanan cuaca AS, NWS, mengeluarkan peringatan soal badai Delvin pada Jumat (26/12/2025) siang waktu Washington DC atau Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. Badai musim dingin itu mulai melanda sebagian AS mulai Sabtu pagi waktu setempat.
”Untuk daerah yang lebih jauh ke utara dari bagian utara New York hingga wilayah Tri-State, termasuk kota New York dan Long Island, diperkirakan akan turun salju setebal 4-8 inci pada Jumat malam hingga dini hari,” demikian pernyataan NWS.
Hingga Jumat tengah malam waktu New York atau Sabtu siang WIB, 10.179 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sementara sepanjang Sabtu dini hari waktu New York 1.209 penerbangan dipastikan ditunda atau dibatalkan.
Koran The New York Times melaporkan, salju mulai turun pada Jumat malam waktu setempat. Jalan-jalan menjadi licin dan mungkin tak bisa dilewati pada Sabtu pagi waktu setempat. Sebab, ada tumpukan salju sampai 25 sentimeter.
Banyak orang telanjur merencanakan perjalanan di musim liburan Natal dan Tahun Baru sejak jauh-jauh hari. Sejak 2021, kota New York tidak pernah tertutup salju lebih tebal dari 2 sentimeter. Baru tahun ini salju tebal kembali ke New York.
American Automobile Association menyebut, rata-rata perjalanan setiap orang di musim liburan kali ini ditaksir 80 kilometer. Sedikit lebih tinggi dari rata-rata perjalanan liburan akhir tahun 2024.
Hampir 110 juta orang disebut memilih perjalanan darat dan 8 juta lain memilih terbang dalam perjalanan liburan akhir 2025. ”Jalanan akan sangat licin dan menantang bagi mereka yang mau pulang dari liburan,” kata NWS.
Otoritas setempat telah bersiap membersihkan salju dari aspal. Sementara otoritas penerbangan mengimbau maskapai dan penumpang menjadwal ulang untuk menghindari bahaya.
Maka, maskapai bergegas membatalkan 1.606 penerbangan di seluruh AS. Sementara penundaan mencapai 7.229 penerbangan pada Jumat sore. Jumlah pembatalan dan penundaan bisa jadi lebih banyak lagi bila amukan Delvin tak kunjung reda.
Setidaknya separuh dari keseluruhan pembatalan dan penundaan penerbangan tercatat di tiga bandara Metropolitan New York. Bandara itu adalah John F Kennedy, La Guardia, dan Newark.
Total 225 penerbangan JetBlue dibatalkan pada Jumat. Dengan demikian, penumpang JetBlue paling terimbas. ”Karena badai musim dingin Delvin, Jetblue membatalkan sekitar 350 penerbangan hari ini dan besok,” demikian pernyataan JetBlue.
Terbanyak kedua adalah Delta Airlines dengan 212 penerbangan. Adapun American Airlines dan United Airlines membatalkan masing-masing 157 penerbangan dan 97 penerbangan.
Karena pesawat dipakai untuk berbagai rute, pembatalan atau penundaan dari satu bandara berimbas ke bandara lain. Oleh karena itu, dampak pembatalan dan penundaan meluas ke seluruh AS dan beberapa negara. Bandara JFK di New York merupakan bandara penghubung domestik dan internasional AS.
Keadaan darurat
Pemerintah Negara Bagian New York dan New Jersey mengumumkan keadaan darurat. ”Karena diperkirakan akan terjadi hujan salju lebat di kota New York dan sekitarnya malam ini, saya akan mendeklarasikan keadaan darurat untuk memastikan bahwa lembaga-lembaga dan mitra lokal kami memiliki sumber daya dan alat yang mereka butuhkan untuk menanggapi badai tersebut,” kata Gubernur New York Kathy Hochul.
”Badai ini akan menyebabkan kondisi jalan yang berbahaya dan berdampak pada perjalanan liburan. Kami mendesak para pelancong untuk menghindari perjalanan selama badai dan memberi kesempatan kepada petugas untuk memperbaiki jalan,” kata Penjabat Gubernur New Jersey Tahesha Way.
Berbagai instansi di seluruh kota dan negara bagian siaga penuh pada Jumat, jauh sebelum sebutir salju pun turun. Badan layanan darurat New York telah menyiapkan rencana sejak Rabu lalu.
Para dinas pekerjaan umum mulai menaburkan larutan garam di jalan-jalan dan jalan raya pada tengah malam untuk membatasi penumpukan salju dan es. Instansi tersebut juga telah menyiapkan lebih dari 700 alat penyebar garam untuk jalan raya, jalan tol, dan jalur sepeda. Rencana telah disusun untuk mengerahkan armada 2.200 alat pembersih salju Departemen Sanitasi setelah salju setebal 2 inci turun.
Di luar kota, kata Hochul, negara bagian berencana untuk mengirimkan lebih dari 1.600 truk pembersih salju besar. Hochul juga menempatkan teknisi utilitas jika terjadi pemadaman listrik dan bekerja sama dengan Otoritas Transportasi Metropolitan untuk memastikan bahwa jalur kereta bawah tanah di luar ruangan akan dibersihkan dan dapat diakses.
Sementara untuk pesisir barat, NWS menyebut kondisi sudah membaik. Setelah berhari-hari diguyur hujan lebat di California, sistem cuaca terakhir yang membawa curah hujan sedang hingga lebat akan melintasi negara bagian tersebut pada hari Jumat, mengancam terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.
NWS membatalkan peringatan banjir bandang pada hari Jumat. Namun, NWS tetap mempertahankan peringatan dan pengawasan banjir di wilayah San Luis Obispo, Santa Barbara, Ventura, dan Los Angeles.
Lebih dari 50.000 rumah dan tempat usaha di negara bagian tersebut mengalami pemadaman listrik pada Jumat sore, sebagian besar di California Utara, menurut PowerOutage.us.
Di daerah pegunungan California, NWS memperingatkan tentang ”kondisi hampir seperti badai salju sesekali”. Hal itu membuat perjalanan berbahaya dan kemungkinan menyebabkan penundaan dan penutupan jalan.
Kombinasi hujan beku, hujan es, dan salju akan menciptakan kondisi perjalanan yang berbahaya dari Great Lakes hingga New England dan Atlantik tengah hingga Sabtu pagi, menurut layanan cuaca.
Bagian atas Midwest mungkin akan melihat ”hamparan salju dan es yang terbentuk” pada Jumat pagi sebelum sistem badai yang bertabrakan dengan sistem tekanan tinggi di Kanada bagian timur membawa udara dingin ke selatan melewati perbatasan, membawa curah hujan.
Di Long Island, Rob Maskin dan putrinya yang berusia 4 tahun keluar dari Southold Hardware dengan kereta luncur salju berwarna oranye pada Jumat. Maskin mengatakan, ia telah memesan kereta luncur karena takut toko tersebut akan kehabisan stok. ”Ini pertama kalinya dia bermain kereta luncur,” katanya, sementara putrinya melompat-lompat di sampingnya.
Banyak penduduk di wilayah timur laut mengatakan, mereka hampir tidak terpengaruh oleh ramalan cuaca. ”Saya sama sekali tidak berencana untuk mempersiapkan diri,” kata Asieh Linda Nassehi Javan (66) sambil memeriksa sekantong penne di lorong pasta supermarket Food Emporium di bagian Clinton Hill, Brooklyn.
Di dekatnya, di Grand Avenue, Lori Swan (56) beradaptasi dengan senang hati. ”Saya membatalkan reservasi makan malam yang lebih jauh,” katanya sambil tertawa. ”Kami memesan yang lebih dekat sebagai gantinya. Itu saja.”
Di Allentown, Pennsylvania, Wali Kota Matt Tuerk mengatakan, dia siap untuk apa pun yang terjadi. Ia mengingat badai salju pada tahun 2016 ketika salju setebal 32 inci menutupi kota setelah ramalan cuaca hanya memperkirakan 6 inci.
”Para anggota tim kami menangani hal ini dengan sangat serius karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Moto tim kami adalah ’Apa pun cuacanya, kami akan tetap bersama di luar sana’,” ujarnya.
Sumber: kompas.id

