Teror Bom Asap dan Pisau Guncang Taiwan

Pengguna Stasiun Pusat Taipei, Taiwan, panik pada Jumat (19/12/2025) sore. Granat asap meledak dan menyebabkan kepanikan.

Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai mengumumkan insiden itu di akun media sosialnya. Ia belum memberi perincian atas insiden itu.

Kepolisian Taipei menyebut, granat itu dilemparkan di dekat pintu keluar M7 sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Polisi dan otoritas terkait segera mendapat laporan. Pelaku disebut berjumlah satu orang, walau belum jelas identitas dan motifnya.

Pelemparan itu memicu kepanikan. Granat itu mengeluarkan asap, percikan api, dan suara yang cukup memekakkan telinga.

Selepas melempar granat asap, pelaku menusuk sejumlah orang. Pelaku sebelumnya naik kereta, lalu turun di stasiun pusat. Di sana, ia mulai beraksi. Akibat insiden itu, setidaknya sembilan orang cedera dan empat di antaranya luka serius.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria berbusana hitam dan berkacamata. Ia memakai pelindung lutut, siku, dan sarung tangan. Sementara di tangannya terlihat pisau yang panjangnya paling tidak 20 sentimeter.

Penusukan dilakukan di jalan. Dari lokasi, ia menuju salah satu toko dekat stasiun.

Seorang pria yang mencoba menghentikan pelaku jadi sasaran penusukan. Ia terluka di lengan kiri dan darahnya mengucur deras. Sementara pelaku diketahui bunuh diri selepas beraksi.

Polisi sudah mengepung lokasi. Petugas tanggap darurat dari pemadam kebakaran dan tenaga medis juga sudah datang. Pengepungan dilakukan di antara Stasiun Zhongshan dan Stasiun Pusat Taipei.

Serangan kali ini terjadi 11 tahun selepas teror penusukan di stasiun kereta bawah tanah. Serangan pada Mei 2014 itu menewaskan empat orang dan melukai 21 orang lainnya.

Pelakunya kalah itu adalah Cheng Chieh (21), mahasiswa salah satu universitas. Ia ditangkap di lokasi. Korban tewas adalah dua pria dan dua wanita. Salah satunya berusia 62 tahun.

Pelaku menyerang pada sore hari, kala stasiun padat oleh orang yang akan pulang. Setelah menusuk puluhan orang, pelaku berusaha lari.

Dalam pemeriksaan diketahui, Cheng ingin melakukan suatu hal yang diingat banyak orang. Hasrat itu sudah ada sejak ia masih kecil.

Awalnya, ia berencana melakukan tindakan besar selepas lulus. Lalu, ia berubah pikiran dan malah memutuskan menusuk puluhan orang di stasiun.

Ia membawa dua pisau, salah satunya sepanjang 30 sentimeter. Pisau dibeli di salah satu supermarket di Taipei. Cheng memulai penusukan dari gerbong paling ujung. Dari sana, ia menuju gerbong lain. 

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *