Dua Saudara Bertikai, Seorang Petani di Bone Ditikam hingga Dilarikan ke RS

Aksi penganiayaan berat terjadi di Desa Bocco, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Senin (8/12/2025).

Peristiwa ini melibatkan dua bersaudara yang diketahui memiliki riwayat perselisihan lama.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 09.15 Wita. Korban, Raffe (73), seorang petani asal Dusun Bocco, Desa Lemo, mengalami luka tusuk setelah ditikam oleh adiknya sendiri, Murtang (56).

Kapolsek Kajuara, Iptu Sudirman, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi Tribun-timur.com melalui telepon.

Menurutnya, insiden berawal ketika pelaku hendak keluar rumah.

“Korban tiba-tiba muncul menghadang di depan rumah pelaku dan mempermasalahkan aliran air menuju rumahnya. Korban menyampaikan bahwa aliran air tersebut akan diputus,” jelas Iptu Sudirman.

Pelaku lantas mempertanyakan alasan sang kakak ingin memutus aliran air.

Ia mengingatkan bahwa air tersebut berasal dari sumur bor bantuan, bukan milik pribadi. 

Namun, korban bersikeras mengklaim air tersebut miliknya. Jawaban itu memicu emosi pelaku.

“Pelaku kemudian naik pitam dan mencabut badik yang terselip di bagian perutnya, lalu langsung menyerang korban.

Akibatnya, korban mengalami luka tusuk di bahu kiri sedalam kurang lebih 7 cm dan lengan kiri sedalam 2 cm,” terang Kapolsek.

Korban mengalami pendarahan dan luka terbuka, kemudian dibawa ke Puskesmas Kajuara untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi segera mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah badik.

Keluarga korban diminta membuat laporan resmi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku kini diamankan di Polsek Kajuara beserta barang bukti,” pungkas Iptu Sudirman.



Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Dua Saudara Bertikai, Seorang Petani di Bone Ditikam hingga Dilarikan ke RS, https://makassar.tribunnews.com/bone/1821801/dua-saudara-bertikai-seorang-petani-di-bone-ditikam-hingga-dilarikan-ke-rs.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy IrawanNamun, korban bersikeras mengklaim air tersebut miliknya. Jawaban itu memicu emosi pelaku.

“Pelaku kemudian naik pitam dan mencabut badik yang terselip di bagian perutnya, lalu langsung menyerang korban.

Akibatnya, korban mengalami luka tusuk di bahu kiri sedalam kurang lebih 7 cm dan lengan kiri sedalam 2 cm,” terang Kapolsek.

Korban mengalami pendarahan dan luka terbuka, kemudian dibawa ke Puskesmas Kajuara untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi segera mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah badik.

Keluarga korban diminta membuat laporan resmi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku kini diamankan di Polsek Kajuara beserta barang bukti,” pungkas Iptu Sudirman.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *