Trump Akhiri Shutdown AS Usai 43 Hari, Layanan Federal AS Pulih Bertahap

SETELAH 43 hari lumpuh, penutupan pemerintahan (shutdown) terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat resmi berakhir. Presiden Donald Trump pada Rabu malam, 12 November, menandatangani rancangan pendanaan yang telah disetujui Senat dan DPR.

Menurut laporan ABC News, dengan penandatanganan ini, lembaga federal diperkirakan langsung kembali beroperasi, meski sejumlah manfaat publik seperti program bantuan pangan Supplemental Nutrition Assistance Program (SNAP) memerlukan waktu lebih lama untuk kembali menyalurkan bantuan.

RUU pendanaan itu membuka kembali pemerintah hingga 30 Januari 2026. Beberapa lembaga, seperti Departemen Pertanian dan Departemen Urusan Veteran, bahkan telah dipastikan pendanaannya hingga akhir tahun fiskal. Selama shutdown, sedikitnya 670 ribu pegawai federal dirumahkan, menurut Bipartisan Policy Center.

Pegawai Dipanggil Kembali

Para pegawai yang dirumahkan diwajibkan segera kembali bekerja. Pegawai Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) diminta untuk melapor bertugas pada Kamis. “Jika tidak memiliki cuti yang telah disetujui dan tetap absen, mereka akan dianggap mangkir tanpa izin,” demikian tertulis dalam memo tersebut.

Kantor Manajemen Personalia (OPM) juga mengingatkan lembaga federal agar mempertimbangkan gangguan yang dialami para pegawai selama shutdown. Di sisi lain, pemerintah mulai kembali beroperasi Kamis pagi ketika pegawai yang dirumahkan kembali masuk dan layanan publik dipulihkan secara bertahap.

Gaji Tertunda dan Pembatalan PHK

Para pekerja yang dianggap esensial mulai dari polisi Capitol, petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), hingga pengatur lalu lintas udara tetap diwajibkan bekerja tanpa gaji selama shutdown. Pemerintahan Trump juga sempat mengeluarkan PHK melalui perintah Reduction in Force.

RUU pendanaan yang baru disahkan mencakup ketentuan yang membatalkan pemecatan tersebut serta memastikan seluruh pekerja, baik yang dirumahkan maupun yang tetap bekerja tanpa bayaran, menerima tunggakan gaji.

Hak pembayaran kembali ini dijamin oleh Government Employee Fair Treatment Act of 2019, undang-undang yang ditandatangani Trump pada masa shutdown sebelumnya. Menurut memo Kantor Anggaran Gedung Putih, sebagian pegawai akan mulai menerima pembayaran gaji paling cepat Ahad, sementara sisanya menunggu hingga Rabu, 19 November.

CBS News melaporkan bahwa paket pendanaan ini memperpanjang anggaran sebagian besar lembaga hingga 30 Januari 2026, dan termasuk tiga RUU tambahan yang membiayai sektor pemerintah lain hingga September 2026. Di Senat, tujuh Demokrat serta satu anggota independen yang berkoalisi dengan Demokrat bergabung dengan Partai Republik untuk mengakhiri kebuntuan. Di DPR, enam anggota Demokrat mendukung pembukaan kembali pemerintahan.

Sumber: tempo.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *