Menteri Perdagangan: Busana Muslim Indonesia Peringkat 1 Dunia

MENTERI Perdagangan Budi Santoso menyatakan busana muslim atau modest fesyen asal Indonesia menempati peringkat pertama di dunia pada tahun ini. “Artinya, produk fesyen Indonesia sudah diakui kreativitas dan kualitasnya,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin, 10 November 2025.

Atas capaian itu, Budi menyatakan pemerintah tinggal mendorong lebih banyak pelaku usaha termasuk UMKM untuk menembus pasar global.

Menurut Budi, salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pasar adalah dengan menggunakan platform niaga elektronik atau e-commerce dalam memasarkan produk selain melalui toko fisik. Strategi itu bisa dilakukan bersamaan atau disebut omnichannel.

Budi kemudian menjelaskan keuntungan masing-masing jenis toko. Toko fisik memberikan pengalaman berbelanja secara langsung. Sementara toko daring bisa membantu pengusaha menjangkau pasar yang lebih luas.

Pernyataan itu disampaikan Budi dalam sesi diskusi di perhelatan pameran busana muslim, Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Adapun JMFW digelar pada 6–9 November 2025.

Budi mengatakan, selama empat hari pelaksanaan, JMFW 2026 mencatatkan total transaksi US$ 19,51 juta atau setara Rp 321,88 miliar. Menurut Budi, capaian ini melampaui target awal sebesar US$ 10 juta.

Berdasarkan rinciannya, Budi mengungkapkan transaksi JMFW 2026 berasal dari beberapa sumber, yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai US$ 15,30 juta, transaksi langsung di tempat selama pameran senilai US$ 436,28 ribu.

Ada pula transaksi hasil business matching senilai US$ 3,77 juta. Menurut Budi, sekitar Rp 122,23 miliar atau 37,97 persen dari total transaksi berasal dari pelaku UMKM.

Selama empat hari, Budi menyatakan pameran ini dikunjungi oleh 11.459 orang. JMFW 2026 juga diikuti oleh 242 jenama tanah air yang menampilkan beragam karya dari desainer serta pelaku usaha modest fesyen dan industri penunjang fesyen lainnya.

Sumber: Tempo.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *