Sebanyak 984 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sulawesi Selatan (Sulsel) telah rampung dibangun secara fisik.
Data tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi (Simkopdes) per 2 November 2026.
Kabid Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Indri Saggaf, mengatakan angka itu menunjukkan pembangunan gerai KDKMP terus berjalan di berbagai daerah.
“Saat ini berdasarkan data simkopdes per tanggal 2 November 2026 sudah ada 984 gerai yang sudah terbangun fisiknya 100 persen,” ujar Indri Saggaf saat dihubungi pada Rabu (4/11/2026).
Meski bangunan telah rampung, gerai-gerai tersebut masih perlu melalui proses verifikasi dan validasi (verval) sebelum diserahterimakan dan beroperasi sesuai ketentuan.
Indri menyebut, berdasarkan data Agrinas, terdapat 554 gerai yang menjadi target wajib verval tahun ini.
Jumlah gerai yang telah menjalani proses verval justru mencapai 674 unit yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Verval merupakan pemeriksaan guna memastikan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi sesuai dengan persyaratan.
Proses ini memeriksa kesiapan fasilitas pendukung dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi gerai dan sarana pendukung.
Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dalam berita acara sebagai dasar tindak lanjut, termasuk penyelesaian kekurangan yang ditemukan.
Secara umum, tahapan menuju operasional KDKMP meliputi penyelesaian pembangunan fisik, verval, review hasil pemeriksaan, serah terima, serta penyiapan pengelola atau manajer koperasi.
Setelah tahapan tersebut terpenuhi, koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha.
Proses verval dan serah terima menjadi bagian penting sebelum gerai mulai beroperasi.
“Target tahun ini data dari agrinas sebanyak 554 gerai yang wajib dilakukan verifikasi dan validasi (verval) , gerai yang sudah dilakukan verval 674 di 24 kab/kota se-Sulsel” kata Indri Saggaff.
“Untuk yang beroperasi sendiri di luar dari yang membangun gerai juga ada jumlahnya sudah ratusan dan dominan usaha penjualan sembako,” lanjutnya.
Usaha yang dijalankan gerai KDKMP di Sulsel didominasi penjualan sembako atau kebutuhan pokok masyarakat.
“Untuk yang sudah operasional perputaran ekonomi sangat cepat , selain sembako juga ada tabung elpiji,”katanya.
Selain sembako dan elpiji, gerai KDKMP di Sulsel juga diarahkan untuk memasarkan produk lokal serta sejumlah kebutuhan masyarakat dan pertanian.
Di antaranya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, pupuk, serta produk UMKM setempat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM SUlsel Andi Eka mengatakan saat ini terdapat 110 KDKMP di Sulsel yang telah beroperasi.
Meski demikian, pemerintah daerah masih memusatkan perhatian pada penyelesaian pembangunan dan proses verifikasi koperasi yang telah memasuki tahap tersebut.
“Sudah ada 110 koperasi desa kelurahan yang sudah beroperasi. Tapi konsentrasi kita masih pembangunan,” katanya saat ditemui di Phinisi Point Mall di Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Kamis (22/10/2026)malam.
Ia menjelaskan, koperasi yang telah melewati proses verifikasi dan validasi akan melanjutkan tahapan administrasi sebelum memasuki operasional secara lebih luas.
Sumber: Tribunnews.com

