Mitra SPPG Batupapan 1 Tana Toraja ‘Kalau Sudah Tau Basi Kenapa Masih Dimakan’ Akhirnya Minta Maaf

Mitra SPPG Batupapan 1 Makale, Louise Cristina Mangontan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tana Toraja atas kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Total ada 196 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tana Toraja harus mendapatkan penanganan medis diduga keracunan MBG.

Permintaan maaf disampaikan Louise dalam konferensi pers di Arion Cafe Tambunan, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Selasa (15/9/2026).

Louise juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Saat RDP, Louise sempat mengatakan, “Kalau sudah tahu basi kenapa masih dimakan.”

Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena disampaikan dalam pembahasan kasus keracunan makanan MBG yang berdampak terhadap siswa.

Louise mengatakan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan kondisi para siswa yang terdampak.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.

“Sebagai mitra SPPG Batupapan 1 Makale, mewakili Yayasan Magnolia Champaca Virginiana, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tana Toraja, pemerintah Tana Toraja, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2, siswa yang terdampak dan orang tua siswa yang terdampak,” kata Louise.

Pihaknya telah melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem kerja SPPG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Louise menjelaskan, sebelum dapur SPPG beroperasi, tim yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG telah mengikuti sejumlah pelatihan memasak.

“Jadi sebelum dapur berjalan kami telah melakukan beberapa kali pelatihan memasak dan sangat siap. Namun apa mau dikata, adalah hal yang tidak kami sangka,” ujarnya.

Selain pelatihan internal, kata Louise, para relawan juga telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kedisiplinan serta memastikan relawan yang terlibat dalam program MBG memahami standar operasional yang diterapkan.

“Oleh Dinas Kesehatan itu kami lakukan dua kali untuk betul-betul memfilter relawan-relawan yang terlibat langsung di program pemerintah ini. Jadi mereka betul-betul disiplin tinggi di jam kerja yang tidak biasa,” jelasnya.

Louise juga mengatakan pihaknya bersyukur kondisi siswa yang terdampak telah membaik.

“Kami pun ikut memantau di rumah sakit. Puji Tuhan, Alhamdulillah anak-anak yang terdampak kemarin sudah sembuh, sudah pulih dan sudah sehat kembali beraktivitas seperti sebelumnya,” katanya.

SLHS Masih Berproses

Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Louise mengatakan dokumen tersebut masih dalam proses penerbitan oleh instansi yang berwenang.

“SLHS itu nanti yang mengeluarkan instansi yang berwenang. Itu sementara dalam proses. Khusus untuk dapur operasional, sampel makanan diambil untuk kemudian diuji di laboratorium. Jadi penentuannya dari dinas terkait,” jelasnya.

Pihak SPPG juga telah melakukan pembenahan terhadap fasilitas dapur yang sebelumnya menjadi perhatian.

Louise menegaskan evaluasi terhadap sistem kerja akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Kini, SPPG Batupapan 1 Makale menyatakan akan melanjutkan evaluasi dan pembenahan, baik dari sisi fasilitas maupun sistem kerja dalam pelaksanaan program MBG.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *