Panitia Asian Games Khawatir, Akomodasi Kontingen Indonesia Dijamin Tersedia

Dewan Olimpiade Asia mengeluarkan pernyataan bersama panitia penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 untuk menepis kekhawatiran ketersediaan akomodasi seiring lonjakan jumlah peserta. Panitia sebelumnya mengatakan, peserta yang melebihi proyeksi dipersilakan mencari akomodasi sendiri. Di tengah situasi itu, Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu menjamin ketersediaan dan kesiapan akomodasi bagi tim ”Merah Putih”.

Kekhawatiran itu bermula ketika Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengumumkan, jumlah peserta telah meningkat menjadi sekitar 17.000 orang, terdiri atas 11.000 atlet dan 6.000 ofisial. Panitia lokal (AINAGOC) khawatir lonjakan itu berdampak pada ketersediaan akomodasi yang hanya disediakan sesuai proyeksi 15.000 orang.

OCA dan AINAGOC kemudian mengeluarkan pernyataan bersama bahwa akomodasi telah dijamin untuk semua peserta. Pernyataan muncul setelah AINAGOC menyebut peserta yang melebihi proyeksi dipersilakan mencari akomodasi sendiri.

”Semua 17.000 lebih atlet dan ofisial yang terdaftar untuk Asian Games sebelum penutupan pendaftaran berdasarkan nama pada Juli telah diberikan akomodasi yang sesuai. Kecuali ada keadaan luar biasa, tidak ada pendaftaran lebih lanjut yang telah atau akan diizinkan,” tulis pernyataan bersama yang diunggah di laman resmi OCA, Jumat (28/8/2026).

Todotua Pasaribu memastikan, meski sempat ada kekhawatiran, akomodasi bagi tim ”Merah Putih” terjamin. Indonesia akan mengirimkan total 432 atlet dari 35 cabang olahraga ke Asian Games edisi ke-20 ini. Jumlah itu belum termasuk dengan ofisial.

”Memang ada kekhawatiran dari panitia karena ada negara-negara yang menambah atlet dan ofisialnya. Namun, untuk Indonesia, tidak ada penambahan. Kami sesuai dengan yang didaftarkan. Jadi, semua sudah terjamin,” kata Todotua.

Akomodasi untuk peserta dalam ajang yang dihelat 19 September-4 Oktober ini akan berbeda. Panitia tidak membangun perkampungan atlet seperti umumnya perhelatan Asian Games.

Menurut Todotua, keputusan panitia dengan memberlakukan perkampungan atlet terpusat ini memang membuat tim CdM harus mengeluarkan upaya lebih untuk mempersiapkan skema bagi kontingen. Meski demikian, proses penentuan penempatan atlet telah rampung.

Alur mobilitas, skenario operasional, hingga antisipasi jika ada kendala dalam perjalanan atlet menuju arena dan sebaliknya juga telah dirancang. Begitu pula dengan alur dan jadwal keberangkatan ke Jepang.

Sedikitnya akan ada lima gelombang keberangkatan ke Aichi dan Nagoya yang dimulai pada 12 September. Setelah itu, kloter dalam jumlah besar akan berangkat pada 16-17 September.

Kloter sisanya akan bertolak ke Jepang setelah pembukaan pada 19 September. Todotua menyampaikan, sebagian besar cabor meminta keberangkatan lebih awal agar bisa adaptasi sebelum perlombaan.

Sementara AINAGOC memutuskan untuk tidak memusatkan akomodasi atlet hanya di satu tempat. Sebagai gantinya, atlet akan tersebar di akomodasi permanen, seperti hotel dan akomodasi sementara seperti kapal pesiar dan ”vila” dari kontainer.

Ketua AINAGOC Hideaki Ohmura mengatakan, penyelenggara telah menganggarkan akomodasi untuk 15.000 peserta, angka yang ditentukan dalam perjanjian kota tuan rumah. Jika jumlah peserta melampaui jumlah tersebut, AINAGOC tidak bisa berbuat banyak.

”Kami secara fisik kekurangan ruang akomodasi. Jika mereka tetap ingin datang, mereka harus mencari cara untuk mengaturnya sendiri,” kata Ohmura, dikutip Reuters, Selasa (25/8/2026).

Ohmura, yang juga Gubernur Prefektur Aichi, mengatakan, penambahan olahraga seperti padel dan teqball telah menciptakan tuntutan tambahan pada penyelenggara. Federasi Asia dan Jepang masing-masing membantu mengatur dan mendanai kompetisi tersebut.

Sehari setelahnya, Wali Kota Nagoya yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana AINAGOC Ichiro Hirosawa mengatakan, sulit bagi pihaknya mengakomodasi lonjakan tersebut. ”Baik dari segi waktu maupun kapasitas fisik,” ujarnya.

Meskipun ada kekhawatiran atas meningkatnya jumlah peserta, OCA dan AINAGOC mengatakan persiapan tetap sesuai rencana dan berjalan lancar. Mereka menjanjikan perhelatan Asian Games akan menjadi pesta olahraga paling spektakuler yang diadakan selama beberapa generasi.

Dalam laporan di Pertemuan Delegasi Teknis pertama, April 2025, panitia menyebut akan ada lebih dari setengah atlet tinggal di kota Nagoya. Sebanyak 4.600 di antaranya akan tinggal di kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Nagoya.

Atlet yang akan tinggal di kapal berasal dari panahan, bola basket 3×3, kano/kayak (sprint), balap sepeda gunung dan BMX, sepak bola putra, senam, bola tangan, judo, kabaddi, kurash, seni bela diri campuran, dayung, rugbi, sepak takraw, panjat tebing, squash, tenis, angkat besi, gulat, dan wushu.

Sementara itu, 2.400 atlet akan tinggal di ”vila” sementara yang terbuat dari kontainer pengiriman di Garden Pier. Mereka berasal dari polo air, bola basket 5×5, sepak bola putri, jujitsu, pentathlon modern, soft tennis, voli, ditambah chef de mission. Sebanyak 1.200 orang lainnya dari bulu tangkis, kriket, sepak bola putra dan putri, serta sofbol akan tinggal di hotel.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *