Siapkan Uang Rp 178 Miliar untuk Jersei ”The Last Dance” Michael Jordan

Sebuah jersei milik pebasket Michael Jordan akan dilelang seharga minimal 10 juta dolar AS (Rp 178 miliar). Kenapa mahal sekali? Karena itu adalah jersei bersejarah yang dikenakan Jordan pada gim ketiga final NBA 1998 antara Chicago Bulls dan Utah Jazz.

Inilah salah satu penampilan yang disebut ”Tarian Terakhir” (”The Last Dance”) dari sang legenda, Michael Jordan. Julukan ”The Last Dance” lahir karena itulah momen terakhir Jordan, Scottie Pippen, dan kawan-kawan bermain untuk Bulls.

Harga tersebut adalah perkiraan awal menurut perhitungan balai lelang Joopiter. Harga akan bergerak dinamis sesuai penawaran peserta lelang yang akan dibuka mulai 15 September 2026.

Saat ini benda-benda milik Jordan sedang disukai para kolektor yang memiliki uang melimpah sehingga membuat harga lelang kian meroket. Keaslian jersei telah diverifikasi melalui pencocokan foto-foto gim ketiga oleh pihak ketiga, yaitu perusahaan MeiGray.

Kisah di balik jersei warna putih dengan nomor punggung 23 itu memang menarik. Jordan memakai jersei tersebut pada gim ketiga Final NBA tanggal 7 Juni 1998. Laga berakhir dengan kemenangan Chicago Bulls atas Utah Jazz dengan skor 96-54 di United Center, Chicago. Jordan menggila dalam laga itu dengan mencetak poin terbanyak, 24 poin, hanya dalam waktu 32 menit.

Bulls memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 2-1 atas Jazz. Sebelumnya, pada gim pertama Jazz mengalahkan Bulls dengan skor tipis 88-85. Bulls membalas kekalahan pada gim kedua, 93-88, yang membuat kedudukan seri 1-1. Setelah kedudukan sama kuat, Bulls menunjukkan dominasinya di gim ketiga dengan kemenangan besar.

Pada gim keempat, Bulls kembali menaklukkan Jazz, 86-82, sehingga kedudukan menjadi 3-1. Sayangnya, Jazz mengejar ketinggalan pada gim kelima setelah mengalahkan Bulls dengan skor tipis, 83-81. Jazz pun mempersempit ketinggalan menjadi 3-2. Juara harus ditentukan melalui gim keenam di Salt Lake City, Utah, 14 Juni 1998. Bulls juara NBA 1998 setelah membungkam Karl Malone dan kawan-kawan secara dramatis, 87-86, dan menutup petualangan musim itu dengan kemenangan 4-2.

Bulls berhasil membuat sejarah dengan menjadi juara NBA tiga kali berturut-turut atau three peat (1996, 1997, 1998) yang kedua setelah three peat pertama (1991, 1992, 1993). Bulls berhasil merebut gelar juara keenam dalam waktu delapan tahun sejak 1991 hingga 1998, dan hanya absen juara pada 1994 dan 1995.

Menurut Joopiter, jersei Jordan dari gim pertama Final NBA 1998 sudah terjual seharga 10,1 juta dolar AS (Rp 180 miliar) pada tahun 2022. Memorabilia gim pertama itu masih memegang rekor sebagai jersei bekas pakai pertandingan termahal sampai saat ini. Diperkirakan harga jersei Jordan dari gim ketiga akan melampaui harga jersei gim pertama.

”’The Last Dance’ benar-benar mewakili salah satu babak paling menentukan dalam sejarah olahraga secara keseluruhan, bukan hanya bola basket,” ujar Kepala Penjualan Joopiter Caitlin Donovan kepada The Athletic.

”Ini lebih dari sekadar akhir karier (Jordan) bersama Bulls, ini menandai puncak dari salah satu dinasti terhebat yang pernah terbentuk,” lanjut Donovan.

Menurut The Athletic, Jordan adalah atlet yang paling banyak dicari di situs eBay setiap bulannya. Menurut GemRate, yang memantau data penilaian kondisi dan penjualan kartu koleksi, hampir 19,4 juta dolar AS (Rp 346 miliar) dihabiskan untuk membeli kartu Jordan di eBay pada bulan Juli.

”Anda memiliki pemain terhebat sepanjang masa, kisah ’Last Dance’, dan gelar juara terakhirnya. Dalam konteks kolektor NBA, jersei ini memiliki segala unsur sebuah benda bersejarah yang termasuk dalam jajaran artefak olahraga terhebat sepanjang masa,” ujar pendiri perusahaan memorabilia olahraga MeiGray, Barry Meisel.

Jersei Jordan yang pernah dipakai dalam pertandingan tergolong benda memorabila sangat langka. Pemain NBA pada masa kini sangat jarang mengenakan satu jersei yang sama dalam beberapa pertandingan dibandingkan pemain pada masa sebelumnya. Sekarang pemain sering berganti beberapa jersei dalam satu pertandingan karena faktor koleksi dan memperbesar pendapatan bagi tim maupun liga.

”Jordan tetap menjadi sosok yang sangat, sangat, sangat langka, terutama jika dibandingkan dengan para pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) saat ini, seperti LeBron atau Stephen Curry, karena eranya memang berbeda,” ujar Meisel kepada The Athletic.

”Dulu tidak ada program khusus untuk jersei bekas pakai pertandingan. Tim-tim tidak memberikan jersei baru untuk dikenakan pemain di setiap pertandingan atau setiap beberapa pertandingan,” ujarnya. 

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *