Wabah Ebola di Kongo kembali merebak dan terus memakan korban. Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo hingga Selasa (11/8/2026) mencatat lebih dari 4.000 kasus Ebola. Sebanyak 2.011 orang dilaporkan meninggal, dengan tingkat kematian mencapai hampir 46 persen. Sementara itu, 869 pasien dinyatakan sembuh. Wabah ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Republik Demokratik Kongo, sekaligus terbesar kedua di dunia setelah wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016. Ebola merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari famili Filoviridae. Penyakit ini dapat memicu gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri tenggorokan, serta nyeri otot dan sendi. Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami mual, muntah, diare, ruam kulit, hingga gagal organ. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi Ebola berisiko berujung pada kematian.
Sumber: Kompas.id

