Trump Sebut Intervensi Yen Jadi Simbol Persahabatan AS-Jepang

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan pemerintah AS ikut terlibat dalam intervensi bersama di pasar valuta asing untuk menguatkan nilai tukar yen.

Ia mengatakan langkah itu merupakan bentuk persahabatan dengan Jepang sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi global.

Dilansir dari Bloomberg, Trump mengatakan langkah tersebut juga dilakukan sebagai respons atas permintaan bantuan dari Jepang yang tengah menghadapi tekanan pada mata uangnya.

“Mereka membutuhkan sedikit bantuan, dan kami selalu ada untuk Jepang,” kata Trump kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Trump menambahkan hubungan AS dengan Jepang selama ini terjalin dengan baik.

“Jepang selalu sangat baik kepada kami—tentu saja dengan pengecualian Pearl Harbor,” ujarnya.

Menurut Trump, tujuan utama intervensi tersebut bukan semata-mata menggerakkan pasar, melainkan juga menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.

“Lebih dari apa pun, ini adalah sinyal persahabatan,” kata Trump.

Yen Menguat setelah Intervensi Bersama

Pernyataan Trump disampaikan setelah yen sempat menguat dalam perdagangan yang relatif sepi.

Pelaku pasar menantikan kemungkinan adanya intervensi lanjutan oleh Jepang dan AS pada Senin (3/8/2026), menyusul operasi terkoordinasi di Tokyo dan New York pada pekan lalu.

Setelah komentar Trump, yen kembali memangkas penguatannya dan diperdagangkan sedikit melemah terhadap dollar AS.

Kementerian Keuangan Jepang dan Departemen Keuangan AS kini bekerja sama dalam skala yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade untuk menopang nilai tukar yen.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi pelaku pasar yang masih bertaruh terhadap pelemahan mata uang Jepang.

Jepang dan AS Disebut Lakukan Intervensi Pertama sejak 2011

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Jepang dan AS dikabarkan melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah terhadap dollar AS dalam hampir 40 tahun.

Mengutip Reuters, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dijadwalkan mengumumkan pada Senin (3/8/2026) bahwa Tokyo dan Washington telah mengambil langkah bersama di pasar mata uang guna menahan laju depresiasi yen.

Dua pejabat pemerintah Jepang yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Katayama akan menegaskan komitmen kedua negara dalam mengatasi pelemahan yen yang dinilai sudah berlebihan.

Keduanya meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitifnya pembahasan tersebut.

Saat ditanya apakah Katayama akan mengumumkan adanya intervensi bersama, salah satu sumber menjawab, “Ya. Operasi tersebut masih berlangsung,” ujarnya. 

Hingga Minggu (2/8/2026), Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, pejabat Departemen Keuangan AS juga belum merespons permintaan komentar Reuters.

Laporan Reuters menyebut pelaku pasar sebelumnya telah melihat adanya aksi pembelian yen oleh otoritas Jepang dan AS.

Jika dikonfirmasi, langkah tersebut akan menjadi intervensi bersama pertama antara Jepang dan AS sejak 2011.

Operasi itu dilakukan untuk mengangkat nilai tukar yen setelah mata uang Jepang tersebut jatuh ke posisi terlemah terhadap dollar AS sejak 1986.

Seorang sumber pasar mengatakan pemerintah Jepang membeli yen dan menjual dollar AS di pasar New York selama beberapa jam pada Kamis pekan lalu.

Intervensi tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan kebijakan moneternya pada Jumat.

Meski demikian, bank sentral Jepang juga memberikan sinyal peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

ukungan dari pemerintah AS turut terlihat dari pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent yang pekan lalu menyebut yen berada pada kondisi undervalued, yakni diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.

Dalam foto Reuters saat rapat kabinet pada Jumat, terlihat catatan yang dibawa Bessent bertuliskan “Daftar Tugas”, dengan salah satu poin berbunyi, “Beli Yen Jepang (JPY) senilai 5-10 miliar dollar AS.”

Selain itu, Departemen Keuangan AS juga telah memberi tahu sejumlah bank bahwa pemerintah kemungkinan akan kembali melakukan intervensi di pasar yen serta meminta lembaga keuangan bersiap menghadapi kemungkinan langkah lanjutan.

Sumber: Kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *