Mandeknya prestasi ganda campuran Indonesia di pentas bulu tangkis dunia membuat PP PBSI melakukan perubahan di jajaran pelatih pelatnas utama. Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo tak akan lagi melatih Jafar Hidayatullah dan kawan-kawan, tetapi dengan pengganti yang belum ditentukan.
Perubahan tersebut diumumkan PP PBSI pada Kamis (30/7/2026) di Jakarta. Kepala pelatih ganda campuran Rionny dan asisten pelatih Amon dinyatakan tidak lagi bertugas di pelatnas bulu tangkis.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan, penyegaran kepelatihan merupakan bagian dari komitmen PBSI untuk meningkatkan kualitas pembinaan di Pelatnas.
“Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan,” tutur Eng Hian.
”Kami juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, kami menilai perlu adanya penyegaran di jajaran kepelatihan agar sektor ganda campuran memperoleh perspektif baru, berkembang, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih optimal,” tambahnya.
Rionny dan Amon ditunjuk menjadi pelatih dan asisten pelatih pelatnas utama oleh kepengurusan PBSI 2024-2028. Nama mereka terdaftar saat PBSI mengumumkan daftar pelatih pelatnas untuk 2025.
Sekitar 1,5 tahun setelah mereka bekerja, tak ada prestasi signifikan dari atlet. Ganda campuran memiliki atlet muda potensial, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang mulai bertanding dalam turnamen BWF World Tour pada 2023.
Pada 2025, mereka meraih beberapa pencapaian terbaik, diantaranya menjuarai Taiwan Terbuka Super 300, mencapai final Australia Terbuka Super 500, dan semifinal China Terbuka Super 1000. Namun, sejak menjelang akhir 2025 hingga saat ini, perjalanan mereka bak jalan di tempat. Dari tujuh turnamen pada 2026, Jafar/Felisha lima kali tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Awalnya, Jafar/Felisha hanya sering terbentur oleh pasangan-pasangan top dunia dari China, Thailand, Malaysia. Akan tetapi saat ini, mereka sering kalah dari pemain dengan peringkat di bawah mereka.
Pasangan lebih senior, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil sesekali membuat kejutan, tetapi lebih sering tersingkir pada dua babak awal.
Pemain lain, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari meninggalkan pelatnas dengan cara mengundurkan diri atau tidak dipilih lagi dalam skuad Cipayung. Padahal, mereka memiliki potensi memasuki persaingan top dunia ketika bisa mencapai babak-babak akhir turnamen besar pada 2022. Rehan/Lisa mencapai semifinal Perancis Terbuka Super 750, adapun Rinov/Pitha menjadi semifinalis turnamen akhir tahun, Final BWF, ketika ganda campuran dilatih Nova Widianto.
Alih-alih berkembang, perjalanan kedua pasangan itu justru mundur ketika Nova pindah ke Malaysia sejak Desember 2022. Sektor ganda campuran dipimpin Amon ketika Rionny menjadi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, lalu berduet memimpin sektor ini sejak 2025.
Nama Nova muncul sebagai pengganti Rionny meski PBSI akan mengumumkan tim pelatih baru pada Agustus. Pembicaraan itu muncul di kalangan penggemar bulu tangkis, melalui media massa, karena Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mengumumkan bahwa Nova akan kembali ke Indonesia. Pengumuman melalui akun Instagram resmi BAM dilakukan kurang dari 15 menit sebelum PBSI merilis berakhirnya masa kerja Rionny dan Amon.
Eng Hian mengatakan, PBSI sudah memiliki nama kandidat pengganti, tetapi belum bisa diumumkan. “Proses penunjukannya masih berjalan dan harus melalui tahapan internal yang sedang kami selesaikan. Kami ingin memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi kepada publik,” kata Eng Hian yang menyebut bahwa pengumuman tersebut akan dilakukan Agustus.
Sambil menunggu penunjukan pelatih baru, program latihan atlet ganda campuran akan dijalankan melalui penggabungan kelompok utama dan pratama. Ajang besar terdekat yang akan dijalani adalah Kejuaraan Dunia di India, 17-23 Agustus. Sektor ganda campuran diwakili tiga pasangan, yaitu Jafar/Felisha, Amri/Nita, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Sumber: Kompas.id

