Salah satu wakil Indonesia, Team Vitality, tersingkir di babak perempat final Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MLBB MSC) 2026, di Paris Expo Porte de Versailles, Perancis, Rabu (29/7/2026) sore waktu setempat. Team Vitality dijegal Team Falcons PH, tim dari Filipina.
Hasil ini membuyarkan impian terjadinya all Indonesian finals di ajang itu. Di ajang MLBB MSC 2026, Indonesia masih menyisakan satu wakilnya di babak perempat final, yaitu ONIC Esports. Berdasarkan bracket atau bagan pertandingan, keduanya berpotensi ketemu di laga puncak.
Dalam MLBB MSC kali ini, harapan akan bertemunya dua wakil Indonesia di laga puncak sudah bergaung sejak awal. Para caster di kanal Youtube MLBB Indonesia membahasnya setiap Team Vitality maupun ONIC Esports bertanding. Bahkan, pembawa acara di hall 1 Paris Expo Porte de Versailles turut menanyakan potensi final ”duo indo” kepada Emann, pemain Team Vitality menjelang laga kontra Team Falcons PH.
”Jika kalian menang (melawan Team Falcons PH), seberapa besar peluang sesama tim Indonesia bertemu di grand final?” tanya pembawa acara.
Ditodong pertanyaan ini, pemain Team Vitality, Emann menjawab, mungkin saja terjadi. Namun, semua baru sebatas kemungkinan. Kepastiannya baru bisa diketahui setelah pertandingan selesai. Semua kemungkinan itu akhirnya terjawab di akhir laga. Bagi Team Vitality, jawabannya jelas menyakitkan karena mereka dilumat Team Falcons PH dengan skor 1-3.
Suasana di arena pertandingan terasa panas sejak sebelum laga dimulai. Pendukung Team Vitality bersorak dari sisi kiri panggung. Pendukung Team Falcons PH menimpali dari sisi kanan. Keduanya sama-sama dibekali drum untuk bikin ”ribut”. Suasananya kurang lebih mirip GBK saat pertandingan bulu tangkis, hanya dengan jumlah penonton yang lebih sedikit.
Ronde atau gim pertama milik Team Falcons PH. Tim asal Filipina memenangi ronde satu tanpa perlawanan berarti dari Team Vitality. Saking mudahnya, pendukung Team Falcons PH sampai berceletuk, ”easy game, easy game, easy game,” ujar mereka sambil berjingkrak.
Di ronde kedua, Team Vitality bisa menyamakan kedudukan. Namun, pada dua gim terakhir, Team PH Falcons PH kembali menunjukkan kepiawaiannya dan mengunci tiket ke semifinal.
MLBB ibarat gim ”perang kecil” lima lawan lima. Perang itu terjadi di arena tempur bernama Land of Dawn. Setiap anggota tim memilih hero (karakter dalam gim). Setiap hero punya skill, fungsi dan peran berbeda. Gim dimenangi ketika mereka bisa menghancurkan benteng utama musuh yang berada di lini terdalam garis pertahanan.
Permainan ini sangat mengandalkan kerja sama tim. Jarang sekali ada pemain yang terpisah dari kawanan saat bertempur. Mereka bergerombol, membentuk ulang formasi, lalu saling baku hantam di berbagai sisi Land of Dawn.
Her, analis Team Vitality, ketika ditemui seusai pertandingan, menyatakan, timnya terlambat menyadari pola permainan lawan. Team Falcon PH selalu konsisten dan bagus saat melakukan intercept. Pola ini nyaris berulang di tiap ronde, tetapi Team Vitality baru menyadarinya di fase akhir. Karena itu, sudah tak memungkinkan lagi untuk mebalikkan keadaan.
Di sisi lain, Her memahami ada harapan besar dari penggemar MLBB Indonesia terhadap Team Vitality. Tim ini bertolak ke Paris dengan status sebagai juara MPL Indonesia musim ke-17, turnamen MLBB paling bergengsi di Tanah Air.
Ini menjadi tantangan tersendiri. Menurut dia, tetap saja ada bedanya ketika tim berstatus diunggulkan dan di saat mereka berstatus underdog. Di MPL Indonesia, Team Vitality bersatus underdog. Tetapi justru dengan status ini mereka bisa meraih juara dan mengakhiri dominasi ONIC Esports pada ajang itu.
Situasi sebaliknya terjadi di Paris. Mereka memulai laga dengan status unggulan. Sedikit banyak, status ini turut menjadi beban psikis bagi anggota tim. Kendati demikian, ia menyadari hal ini tidak boleh dijadikan alasan. Sebab, MLBB MSC adalah panggung besar dan wajar saja jika banyak orang berharap timnya bisa juara.
”Kalau dari gambaran umum (peta kekuatan antartim), Team Falcon PH ini tidak gimana-gimana banget. Lebih berbahaya Aurora Gaming (dari Turki) sebenarnya. Hanya, Team Falcons PH bisa bermain dengan konsisten (dalam tiap pertandingan),” katanya.
Dengan gugurnya Team Vitality, perwakilan Indonesia di MLBB MSC tinggal menyisakan ONIC. Pada Kamis (30/7/2026) 14.30 waktu Paris atau 19.30 WIB, ONIC akan menghadapi Aurora Gaming dalam laga perempat final MLBB MSC.
MLBB MSC menjadi salah satu turnamen dalam Esports World Cup (EWC) 2026. Selain MLBB, ada 23 gim lain yang turut dipertandingkan. EWC 2026 mempertemukan sekitar 2.000 pemain, 200 tim, serta perwakilan dari sekitar 100 negara. Adapun total hadiahnya sekitar 75 juta dolar AS.
Sumber: Kompas.id

