Kabar Gembira untuk Ketua RT dan RW Kecamatan Bontoala Makassar! Gaji Mei dan Juni Cair

Kabar gembira untuk seluruh pengurus RT/RW Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

‎Gaji bulan Mei dan Juni mulai dicairkan pada Kamis (30/7/2026).

Camat Bontoala Patahulla mengatakan, proses pencairan saat ini sudah dilakukan melalui bank pemerintah daerah.

‎”Untuk saat ini proses keuangannya RT/RW sudah ada di bank,” ujar Patahulla kepada Tribun Timur, Kamis (30/7/2026).

‎”Mungkin hari ini sudah mulai masuk ke rekeningnya RT/RW,” jelasnya.

‎Patahulla menjelaskan, keterlambatan pencairan gaji RT/RW bulan Mei dan Juni disebabkan oleh sejumlah kendala administrasi. Hingga akhir Juli, insentif tersebut belum kunjung dicairkan.

‎Ia mengatakan, penyebabnya antara lain keterlambatan pelaporan penilaian dari kelurahan dan adanya masalah administrasi keuangan RT/RW.

‎”Laporan skoring nilainya yang terlambat dari kelurahan dan ada beberapa yang bermasalah nomor rekeningnya,” jelasnya.

‎Kedua hal tersebut kemudian diperbaiki dan dilengkapi selama beberapa pekan terakhir.

‎”Cepat lambatnya pembayaran tergantung dari laporan penilaian dan kelengkapan berkas, termasuk keaktifan nomor rekening RT/RW itu tadi,” jelasnya.

‎Patahulla mengatakan, pencairan gaji RT/RW dilakukan secara kolektif untuk seluruh kelurahan.

‎Sehingga, satu saja kelurahan atau satu RT maupun RW yang mengalami masalah administrasi dapat menghambat proses pencairan secara keseluruhan.

‎”Operator kami mencatat bahwa ada tujuh kemarin ketua RT/RW yang tidak aktif atau tidak valid nomor rekeningnya. Itu yang menghambat, selain tentunya penilaian scoring kinerja dari kelurahan juga ada yang lambat,” jelasnya.

‎Kecamatan Bontoala memiliki 240 RT dan 56 RW yang tersebar di 12 kelurahan, yakni Baraya, Bontoala, Bontoala Parang, Bontoala Tua, Bunga Ejaya, Gaddong, Layang, Malimongan Baru, Parang Layang, Timungan Lompoa, Tompo Balang, dan Wajo Baru.

‎Patahulla mengatakan, telah menginstruksikan kepada seluruh lurah untuk memperhatikan kedisiplinan pelaporan penilaian dan kelengkapan berkas administrasi keuangan pengurus RT/RW di wilayah masing-masing.

‎Hal itu dilakukan agar proses pencairan gaji RT/RW ke depan tidak kembali terhambat.

‎”Mengimbau ke operator kelurahan agar lebih jeli dalam proses penginputan dan penarikan data dari SIM Lurah, baik skoring nilai maupun data,” jelasnya.

‎”Satu orang RT/RW yang bermasalah maka satu kecamatan tidak terproses,” tambahnya.

Patahulla berharap, pencairan gaji RT/RW ke depan dapat berjalan lebih lancar dan rutin dilakukan setiap bulan.

Ia mengatakan, jajaran pemerintahan kecamatan dan kelurahan akan terus melakukan perbaikan.

‎Ia pun meminta kepada pengurus RT/RW agar dengan adanya pencairan insentif tersebut, kinerja di lingkungan semakin ditingkatkan.

‎Pelaksanaan program pemerintah kota dan pelayanan kepada warga juga diharapkan terus dimaksimalkan.

‎Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Timungan Lompoa Uddin Basar mengapresiasi pemerintah Kecamatan Bontoala yang telah mencairkan gaji pengurus RT/RW.

‎Ia mengungkapkan, mendapat kabar dari sejumlah sejawat bahwa transfer gaji tersebut telah masuk ke rekening mereka.

‎”Saya sendiri belum periksa rekening, tapi dapat kabar dari teman-teman lain kalau sudah cair mi,” ucapnya.

‎Menurut Uddin, pencairan gaji tersebut sangat berarti bagi pengurus RT/RW. 

‎Selain menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas tugas yang telah dijalankan, insentif itu juga membantu menunjang berbagai kebutuhan operasional dalam menjalankan aktivitas di lingkungan.

‎Ia mengatakan, pengurus RT/RW selama ini harus tetap aktif melayani warga dan menjalankan berbagai kegiatan di wilayah masing-masing. 

‎Karena itu, insentif yang diterima dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tersebut, termasuk kebutuhan kecil yang muncul saat beraktivitas bersama warga.

‎”Gaji ini juga jadi operasional kami. Salah satunya biasa kalau malam kita beli cemilan, salah satu sumbernya dari gaji ini,” jelasnya.

‎Uddin berharap pencairan insentif RT/RW ke depan dapat dilakukan secara rutin dan tepat waktu setiap bulan. 

‎Menurutnya, kepastian pencairan akan membantu pengurus RT/RW dalam menjalankan tugas sekaligus mendukung berbagai program pemerintah yang dilaksanakan di tingkat lingkungan.

‎”Yang penting kami bersyukur sudah cair. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih rutin, sehingga kami juga bisa lebih maksimal menjalankan tugas dan membantu program pemerintah di lingkungan,” tuturnya.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *