Murid Baru SDN 166 Inpres Bontorita Disambut Tabuhan Gendang dan Prosesi Gunting Pita

SDN 166 Inpres Bontorita menghadirkan cara berbeda dalam menyambut murid baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.

Sebanyak 55 murid baru mendapat sambutan hangat melalui prosesi simbolis hingga iringan tabuhan gendang dimainkan kakak kelas.

Kegiatan berlangsung di Unit Pelaksana Tugas (UPT) SDN 166 Inpres Bontorita, Jalan Dammong Daeng Lalla, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, Senin (13/7/2026).

Sejak pukul 06.30 Wita, murid baru bersama orang tua mulai memenuhi halaman sekolah.

Suasana penuh antusias terlihat sejak awal kegiatan.

Para guru dan tenaga kependidikan menyambut kedatangan peserta didik baru dengan ramah.

Pembukaan MPLS dihadiri Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita Imran, seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, serta siswa kelas I hingga kelas VI.

Sekolah tersebut memiliki 12 rombongan belajar yang terbagi dalam kelas A dan B.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan Kepala Sekolah kepada murid baru dan orang tua.

Selanjutnya dilakukan penyematan kartu identitas peserta MPLS secara simbolis.

Imran kemudian melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya kegiatan MPLS Ramah 2026.

Usai prosesi pembukaan, murid baru diajak mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan berkeliling ke setiap sudut sekolah.

Momen itu terasa berbeda karena diiringi tabuhan gendang yang dimainkan dua siswa kelas VI A, Rangga dan Muhammad Fatir.

Barisan murid baru mengikuti irama gendang sambil menyusuri lingkungan sekolah.

Di depan setiap ruang kelas, siswa kelas II hingga kelas VI menyambut adik-adiknya dengan senyum dan lambaian tangan.

Setelah itu, murid baru diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Sekolah juga menyiapkan stan photobooth agar orang tua dapat mengabadikan momen hari pertama anak mereka memasuki sekolah dasar.

Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, mengatakan tahun ini MPLS diikuti 55 murid baru yang terdiri atas 31 laki-laki dan 24 perempuan.

“Kami sengaja mengemas penyambutan ini agar anak-anak merasakan pengalaman pertama yang menyenangkan. Ketika mereka merasa diterima dan nyaman sejak hari pertama, proses beradaptasi akan lebih mudah sehingga semangat belajar dapat tumbuh secara alami,” ujar Imran.

Ia menjelaskan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Tema yang diusung ialah MPLS Ramah untuk Generasi Hebat, Sekolah Hebat Indonesia Kuat.

Menurut Imran, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekolah dengan pendekatan yang aman, menyenangkan, inklusif, serta bebas dari perundungan.

Guru kelas I, Hikmawati, menilai seluruh guru berupaya menghadirkan suasana yang membuat murid baru merasa diterima sejak hari pertama.

“Setiap kegiatan kami susun agar anak-anak tidak merasa canggung saat memasuki lingkungan baru. Sambutan sederhana seperti iringan gendang dan perkenalan bersama diharapkan menjadi kenangan baik yang membuat mereka lebih percaya diri datang ke sekolah,” katanya.

Apresiasi juga datang dari salah seorang orang tua murid, Wahyuni.

“Saya baru pertama kali melihat penyambutan murid baru seperti ini. Anak-anak diajak berkeliling sambil diiringi tabuhan gendang sehingga suasananya terasa meriah tetapi tetap hangat,” kata dia.

“Sebagai orang tua, saya merasa lebih tenang menitipkan anak belajar di lingkungan sekolah yang tertata dan memberikan perhatian sejak hari pertama,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *