Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan progres signifikan.
Program Presiden Prabowo Subianto itu dibangun di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.
Lokasi proyek berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Bupati Sinjai. Tepat di belakang Kantor Dinas PMD Sinjai.
Proyek ini dikerjakan PT Nindya Karya KSO- PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nilai kontrak Rp245 miliar.
Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, Senin (6/7/2026), gerbang utama Sekolah Rakyat ini berdiri menghadap ke utara.
Terdapat tulisan di gerbang utama “Selamat Datang Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Sinjai“.
Papan proyek berdiri di sisi kiri gerbang utama.
Pagar seng mengelilingi lokasi proyek seluas 7,5 hektare.
Terlihat enam unit ekskavator dan dua truk mixer beroperasi di dalam kawasan proyek.
Sementara itu, truk pengangkut material tampak keluar masuk mengangkut kebutuhan pembangunan.
tampak juga tiga kendaraan motor milik pekerja terparkir di samping kiri gerbang area proyek.
Manajer Keuangan Proyek, Hasril, mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai 85,54 persen.
“Progresnya sudah 85,54 persen per tanggal kemarin,” kata Hasril kepada Tribun-Timur.com melalui WhatsApp, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pekerjaan saat ini memasuki tahap finishing bangunan dan penataan lanskap kawasan.
Pihak kontraktor menargetkan seluruh pembangunan rampung pada 30 Juli 2026.
Namun, terdapat beberapa bangunan yang menjadi prioritas dan ditargetkan selesai lebih awal, yakni pada 10 Juli 2026.
Bangunan tersebut meliputi dapur, kantin SD, asrama 2, serta gedung SMA.
Hasril ungkap kendala utama yang dihadapi selama proses pembangunan adalah cuaca yang kerap diguyur hujan.
“Kendala yang dihadapi cuaca dan pekerja yang kurang,” ujarnya.
Proyek tersebut melibatkan sekitar 800 pekerja untuk mempercepat penyelesaian pembangunan sesuai target.
Sementara itu Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial, Burhan Syamsuddin, mengatakan Sekolah Rakyat Sinjai nantinya akan berkapasitas 1.080 siswa.
Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Rinciannya:
SD 540 siswa
SMP 315 siswa
SMA 315 siswa
Burhan ungkap jumlah ruang kelas terdiri atas 18 kelas untuk SD, 9 kelas untuk SMP, dan 9 kelas untuk SMA.
Aktivitas siswa nantinya akan menggunakan sistem asrama.
“Jadi nanti kalau berjalan, siswa itu diasramakan,” kata Burhankepada Tribun-Timur.com.
Menurut Burhan, persyaratan masuk Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.
Khususnya yang putus sekolah.
“Kita prioritaskan anak-anak yang kurang mampu,” ujarnya.
Sumber: Tribunnews.com

