Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari akhirnya angkat bicara terkait kabar mengenai rencana efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia membenarkan bahwa BGN saat ini memang tengah melakukan refocusing atau efisiensi anggaran, namun belum bersedia mengungkap besaran anggaran yang akan dipangkas.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Menurut dia, proses efisiensi anggaran masih berlangsung sehingga rincian angka belum dapat diumumkan kepada publik.
“Ya benar, kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul,” kata Agustina Arumsari kepada wartawan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons resmi dari BGN setelah muncul berbagai informasi mengenai rencana penghematan anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis yang disebut-sebut bernilai cukup besar.
Meski telah mengonfirmasi adanya proses efisiensi anggaran, Agustina belum bersedia menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh BGN dalam melakukan penghematan tersebut.
Ia mengatakan seluruh rincian mengenai kebijakan refocusing anggaran akan disampaikan setelah prosesnya selesai dan siap diumumkan kepada masyarakat.
“Nah, itu nanti dulu ya. Detailnya nanti kalau sudah siap, kami konferensi pers,” ujarnya.
Dengan demikian, BGN masih menahan informasi terkait pos anggaran yang akan mengalami penyesuaian maupun besaran efisiensi yang sedang diproses.
Pernyataan Agustina juga menjadi penegasan bahwa informasi resmi mengenai kebijakan tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh BGN melalui konferensi pers setelah seluruh proses internal rampung.
Isu Penghematan Mencuat Usai Pertemuan di Kementerian Keuangan
Sebelum BGN memberikan penjelasan, kabar mengenai efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis lebih dahulu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya mengungkapkan dirinya telah menggelar pertemuan dengan Kepala BGN Nanik S Deyang di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan yang mencuat adalah rencana efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Purbaya, Kepala BGN menyampaikan bahwa akan ada penghematan lanjutan terhadap anggaran program tersebut. Ia menyebut nilai penghematannya cukup besar, tetapi memilih tidak mengungkap angka resmi karena menjadi kewenangan BGN.
“Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juni 2026.
Pernyataan itu kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai besaran efisiensi yang akan dilakukan terhadap program prioritas pemerintah tersebut.
Menkeu Singgung Isu Penghematan Rp40 Triliun
Saat dimintai tanggapan mengenai kabar yang menyebut efisiensi anggaran mencapai sekitar Rp40 triliun, Purbaya tidak memberikan jawaban pasti.
Ia menyerahkan seluruh penjelasan mengenai angka tersebut kepada pihak BGN yang dinilai lebih mengetahui detail kebijakan dimaksud.
“Mungkin (sekitar Rp40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri,” ujar Purbaya.
Pernyataan Menteri Keuangan tersebut semakin memperkuat bahwa pembahasan mengenai efisiensi anggaran memang tengah berlangsung. Namun, hingga saat ini belum ada angka resmi yang diumumkan oleh Badan Gizi Nasional.
BGN Pastikan Penjelasan Lengkap Akan Disampaikan
Melalui keterangan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, publik kini memperoleh kepastian bahwa proses efisiensi anggaran memang sedang dilakukan.
Meski demikian, BGN meminta masyarakat menunggu penyampaian resmi mengenai besaran efisiensi maupun mekanisme pelaksanaannya. Agustina menegaskan seluruh detail akan disampaikan setelah proses refocusing selesai dan lembaga siap memberikan penjelasan secara menyeluruh melalui konferensi pers.
Dengan demikian, hingga saat ini informasi yang telah dipastikan BGN adalah adanya proses efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Sementara angka pasti maupun rincian kebijakan masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Gizi Nasional.
Sumber: Viva.co.id

