Juara Bertahan Rachel/Febi Hampir Terhadang di Australia

Juara bertahan ganda putri turnamen bulu tangkis Australia Terbuka, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, hampir dihadang lawan pada babak kedua. Mereka memenangi laga ketat setelah bertanding hampir 1,5 jam.

Persaingan ketat itu terjadi ketika Rachel/Febi berhadapan dengan Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan (Hong Kong) di Quaycentre, Sydney Olympic Park, Australia, Kamis (11/6/2026). Melalui pertandingan yang diwarnai reli panjang pada hampir setiap perebutan poin, Rachel/Febi menang dengan skor 26-28. 21-18, 21-13.

Setelah kehilangan gim pertama, meskipun mendapatkan empat game point, Rachel/Febi tertinggal 8-14 pada gim kedua. Mereka bangkit hingga menyamakan posisi pada skor 16-16 dan 17-17, lalu merebut gim kedua.

Gim ketiga juga diawali dengan ketertinggalan Rachel/Febi pada posisi 2-6 sebelum meninggalkan lawan sejak skor 9-8. Pertandingan berlangsung satu jam 26 menit, 14 menit lebih lama dibandingkan pertemuan pertama yang juga dimenangi Rachel/Febi dalam tiga gim. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kejuaraan Asia Beregu Putri di Qingdao, China, Februari.

Rachel/Febi datang ke Sydney sebagai juara bertahan Australia Terbuka. Dalam final setahun lalu, mereka mengalahkan rekan latihan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Seperti rekan mereka, Febriana/Meilysa, juga melaju ke perempat final. Mereka akan berhadapan dengan Low Zi Yu/Noraqilah Maisaroh (Malaysia) setelah mengalahkan Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr (Ukraina) 21-9, 21-12.

Jika bisa terus melaju, Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi bisa bertemu kembali di final karena berada di paruh berbeda dalam undian. “Tahun lalu, kami runner-up di sini. Tahun ini inginnya naik jadi juara. Kami fokus dulu ke perempat final, ditambah semangatnya karena semakin naik babaknya, lawan kian tidak mudah,” kata Febriana.

Dibatalkan

Ketika Rachel/Febi masih punya peluang mendapatkan kembali gelar juara dari turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 ini, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kehilangan gelar karena tak tampil. Keikutsertaan mereka dan pasangan lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dibatalkan oleh pelatih.

Dikatakan Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra Indonesia, Raymond mengalami cedera lutut hingga tak jadi tampil di Sydney. Sebelum batal tampil di Australia Terbuka, Raymond/Nikolaus tampil di Indonesia Terbuka dan melaju hingga final, sebelum dikalahkan Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia).

Bagi Raymond/Nikolaus, Australia Terbuka menjadi ajang besar pertama yang mengangkat nama mereka. Pada turnamen 2025, mereka mengalahkan beberapa pasangan top untuk menjadi juara, yaitu Fajar/Fikri, Goh/Nur, dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun.

Selain dua pasangan ganda putri, Indonesia menempatkan empat wakil lainnya di perempat final. Mereka adalah Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Adapun Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin disingkirkan Liang Wei Keng/Wang Chang.

Pertandingan yang akan berlangsung Jumat menjadi perempat final pertama Rehan/Gloria setelah mereka berpasangan kembali pada tahun ini. Rehan mengalami cedera kaki yang membuatnya absen dari turnamen pada awal Agustus 2025 hingga Mei 2026. Rehan/Gloria bermain kembali di Singapura Terbuka, akhir Mei, kemudian Indonesia Terbuka dengan hasil kalah pada babak pertama.

“Rasanya senang bisa ke perempat final di turnamen ketiga comeback dengan Rehan. Kami menjalaninya step by step dan rasanya luar biasa bisa sampai di level ini.  PR kami dari tahun lalu ada pada finishing, maksudnya, saat sudah unggul tapi tidak bisa menyelesaikan, jadi kalah. Kami ingin memperbaiki hal ini dan semoga ke depan bisa lebih menikmati pertandingan lagi,” tutur Gloria.

Pada tunggal putra, Zaki akan berhadapan dengan pemain Malaysia, Justin Hoh, di perempat final, adapun Alwi melawan Lee Chiao Hao (Taiwan). Zaki unggul 2-1 atas Hoh, tetapi kalah pada pertemuan terakhir yang terjadi pada Kejuaraan Asia Beregu (kualifikasi Piala Thomas zona Asia) di China, Februari.

Adapun Alwi akan membawa bekal kemenangan pada dua pertemuan terakhir dengan Lee yang terjadi pada 2025, yaitu di Kejuaraan Asia Beregu Campuran dan babak pertama Jepang Terbuka.

“Perjalanan masih sangat panjang. Jadi, saya fokus untuk perempat final. Besok siap tempur, siap tarung, karena enggak ada pertandingan yang mudah,” kata Alwi yang harus bermain tiga gim untuk mengalahkan Minoru Koga (Jepang) 20-22, 21-16, 21-9 pada babak kedua.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *