Pemerintah Kota Makassar berencana mengadopsi konsep kawasan urban seperti Blok M Jakarta untuk pengembangan Pasar Sentral Makassar.
Pekan lalu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah meninjau kawasan Blok M di Jakarta sebagai referensi pengembangan ruang ekonomi dan ruang publik di Makassar.
Munafri mengatakan, Kota Makassar membutuhkan lebih banyak ruang aktivitas masyarakat yang mampu mendorong pergerakan ekonomi.
“Aset yang harus kita jalankan. Artinya, kita tidak punya banyak tempat yang bisa kita lakukan kegiatan di Kota Makassar dan saya berharap Pasar Sentral menjadi salah satu alternatifnya,” kata Munafri di Balaikota, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (28/4/2026) malam.
Menurutnya, Pasar Sentral memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali sebagai pusat ekonomi sekaligus ikon kota.
Namun, ia menegaskan pengembangan kawasan tersebut harus dibahas bersama seluruh pihak terkait.
“Tetapi ini harus dibicarakan oleh semua pihak, sehingga dalam proses pelaksanaannya semua harus punya satu visi dan tujuan yang sama,” ujarnya.
Munafri menyebut visi bersama itu penting agar Pasar Sentral kembali menjadi ruang ekonomi masyarakat yang aktif seperti beberapa tahun lalu.
Pemkot Makassar akan mengambil peran sebagai fasilitator agar seluruh kepentingan dapat dipertemukan.
“Fungsi Pemerintah Kota harus menjadi fasilitator di antara semuanya, di antara seluruh pihak sehingga ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, konsep baru Pasar Sentral disebut akan berbeda dari model sebelumnya.
Munafri berharap nantinya terbentuk ekosistem ekonomi baru yang lebih modern dan sesuai kebutuhan masyarakat Makassar saat ini.
Ia menyebut ide tersebut muncul setelah kunjungan kerja ke Jakarta untuk melihat pola pengembangan kawasan yang berhasil menarik aktivitas warga.
Menurutnya, Makassar juga memiliki aset strategis yang bisa dikembangkan dengan pendekatan serupa.
“Makassar dulu memiliki ikon kuat, yakni Pasar Sentral sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya.
“Namun saat ini kondisinya mulai mengalami pergeseran dan cenderung sepi. Karena itu, kami mencoba melakukan benchmarking untuk mengembalikan peran strategis kawasan tersebut,” lanjutnya.
Menurut dia, revitalisasi Pasar Sentral tidak bisa berjalan sendiri.
Pemkot, pengelola, pedagang, investor, dan masyarakat harus duduk bersama.
Kedepan, konsep yang disiapkan bukan meniru mentah-mentah Blok M, melainkan menyesuaikan dengan karakter Makassar.
“Kita melihat dasar pemikirannya ada di sini,” kata Munafri.
“Kita ingin memastikan bahwa Pasar Sentral bisa kembali diaktivasi sebagai pusat ekonomi yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelasnya.
Kawasan Blok M di Jakarta termasuk salah satu pusat urban paling hidup dan lengkap.
Dulu terkenal sebagai pusat belanja dan terminal, sekarang berkembang jadi kawasan transit, kuliner, hiburan, dan ruang kreatif anak muda.
Blok M punya karakter campuran antara kawasan lama Jakarta dan wajah modern baru.
Di satu sisi ada pusat perbelanjaan lawas, pasar buku, toko kaset, kuliner legendaris.
Di sisi lain ada kafe estetik, area pejalan kaki yang lebih nyaman, spot viral, dan ruang kreatif.
Siang ramai pekerja dan pembeli, malam tetap hidup karena kuliner dan nongkrong.
Selain itu, aksesnya juga sangat mudah karena Blok M menjadi simpul transportasi publik.
Sumber: tribunnews.com

