Perintah Kapolda Sulsel! Brimob dan Polres Luwu Bangun Pos Pengamanan di Walenrang

Aparat kepolisian berjaga ketat di lokasi bentrok antar kelompok di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026) pagi. 

Sebanyak 116 personel Polres Luwu dikerahkan untuk mengamankan situasi.  

Pengamanan juga diperkuat dengan bantuan kendali operasi (BKO) dari Satuan Brimob Polda Sulsel. 

Dari pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, Wakapolres Luwu, Kompol Misbahuddin bersama Danyon Batalyon D Pelopor Brimob masih siaga di titik bentrok. 

Aparat tampak berjaga di perbatasan dua desa yang sebelumnya terlibat konflik. 

Kedua pihak yang saling serang menggunakan batu, mata busur, dan melepaskan tembakan senjata rakitan itu diketahui merupakan warga Desa Kalibammase dan Baramamase. 

Misbahuddin mengungkapkan, pengamanan dilakukan atas perintah langsung Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. 

Petugas diminta tetap bersiaga guna menjamin keamanan warga. 

Khususnya di jalur strategis Jl Trans Sulawesi yang sempat lumpuh akibat bentrok. 

“Perintah pimpinan dari Polda, kami akan membentuk pos sementara di perbatasan ini untuk memberikan jaminan keamanan,” ujar Misbahuddin saat ditemui di lokasi, Jumat sore. 

Ia menambahkan, pihaknya juga mengedepankan pendekatan persuasif agar konflik antarwarga tidak kembali terulang. 

“Kita juga berupaya secara persuasif untuk menyelesaikan konflik ini secara permanen. InsyaAllah, mohon doanya,” lanjutnya. 

Berdasarkan data sementara, sambung Misbahuddin, sebanyak empat orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrok tersebut. 

Salah satu korban diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang terkena tembakan mata busur. 

“Tidak ada korban jiwa. Untuk korban luka, kurang lebih ada empat orang, salah satunya ASN dari Dishub,” ungkapnya. 

Kata Misbahuddin, selain korban luka, bentrok juga mengakibatkan kerusakan fasilitas milik warga. 

Dua kios dilaporkan hangus terbakar diduga akibat aksi saling serang kedua kelompok. 

Sementara itu, Danyon Brimob Kompol Laode Rusli menyebut pihaknya akan mendirikan dua pos pengamanan di wilayah konflik. 

Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok yang terlibat bentrok. 

“Karena dua kelompok ini berbatasan langsung. Kalau ada pos, akan ada kegiatan seperti penyisiran,” ujarnya. 

Ia menegaskan, pendirian pos tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sulsel. 

“Perintah dari Pak Kapolda, kita harus bikin situasi kondusif,” tegasnya. 

Diketahui, bentrok melibatkan warga Desa Kalibammase dan Baramamase yang lokasinya saling berbatasan langsung. 

Bentrok antar dua kubu ini sebelumnya pernah terjadi pada Jumat-Minggu (3-5/4/2026) lalu.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *