Debu Jalan Rusak Bahayakan Pengendara

Bekas pemeliharaan jalan nasional di Jl Urip Somoharjo mulai ditangani. Jl Perintis Kemerdekaan menyusul.

Saat ini, kontraktor yang bertanggung jawab melakukan perbaikan dalam program pemeliharaan rutin jalan nasional di Kota Makassar mulai melakukan pengaspalan. Sebelumnya, dua ruas jalan nasional, Jl Urip dan Jl Perntis bergelombang, aspalnya terkelupas, dan membahayakan pengguna jalan.

Usia aspal muda karena baru dikerjalan pada Desember ketika Kota Makassar berada di puncak musim hujan. Ini berakibat aspal terkelupas. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Naional (BBPJN) Sulsel pun meminta kontraktor untuk mengerjakan ulang bekas pengerjaan yang tidak maksimal tersebut .

Ruas jalan tersebut sejatinya sudah dibongkar kembali untuk persiapan pengaspalan ulang sejak pertengahan Januari. Namun, curah hujan kala itu masih tinggi sehingga pengaspalan urung terlaksana. Apalagi, pengaspalan hanya dapat dilakukan pada malam hari.

Dalam tiga hari terakhir setidaknya, Kota Makassar sudah jarang diguyur hujan. Ini adalah kesempatan yang baik bagi penanggung jawab melakukan pengaspalan.

Sayangnya, kini ruas jalan tersebut tidak hanya berlubang, namun juga berdebu, terutama di Jl Perintis Kemerdekaan.

Koordinator proyek dari PT Mareraya Multipratama Jaya, Muhammad Arsyad menjelaskan, pihaknya telah mengaspal sebagian ruas yang sebelumnya rusak. Jika tidak ada halangan, ruas di Jl Urip Sumoharjo ditargetkan rampung tiga hari ke depan.

“Kita selesaikan dulu di Urip Pak, depan SPN Batua, sampai Taman Makam Pahlawan. Masih sementara tapi mungkin 2-3 hari selesai itu. Urip sudah pengaspalan, sebentar malam pengaspalan lagi Pak,” ujar Arsyad.

Kendala yang dialami sebelumnya adalah hujan yang terus mengguyur sehingga pengaspalan ulang tertunda. Saat ini, pihaknya fokus dalam pembongkaran ruas yang rusak di Jl Perintis Kemerdekaan.

Arsyad menerangkan bahwa pengerjaan hanya dapat dilakukan pada malam hari ketika lalu lintas jalan mulai merenggang. Rentang waktu pengerjaan jalan pada pukul 23.00 hngga 06.00 pagi.

“Perintis nanti tetap jalan itu pengerukannya, kan dua alat dipakai itu sekarang, satu di Urip satu di Perintis, selesai nanti di Urip satu di Perintis, selesai nanti di Urip saya gabung mi itu dua alat untuk di Perintis,” beber Arsyad.

Salah seorang pengguna jalan, Faqih menyebut , ruas di Jl Perintis Kemerdekaan yang mengalami kerusakan seringkali menimbulkan polusi . Debu yang dibawa angin membahayakan pengendara.

Jarak pandang dan gangguan langsung penglihatan pengendara bisa membahayakan sesama pengguna jalan. Ia berharap agar pemerintah segera menuntaskan penanganan ruas tersebut .

“Saya harap segera diselesaikan, karena saat ini sudah jarang hujan jadi bisa diaspal. Mumpung sudah tiad hujan semoga bisa cepat ditangani,” harap pria berusia 24 tahun itu.

Pemeliharaan rutin jalan nasional ini merupakan program dari BBPJN Sulsel. Pada tahun anggaran 2025, anggaran sekitar Rp 22 miliar digunakan. Di ruas dalam Kota Makassar, Jl Urip mendapat jatah 700 meter dari total panjang 4,3 km. Sementara itu, Jl Perintis Kemerdekaan ditangani sepanjang 1,7 km dari total panjang 12 km.

Tahun ini, BBPJN menngenjot percepatan tender pemeliharaan rutin jalan. Fokus mereka adalah ruas Kota Makassar hingga Jeneponto yang belum masuk penanganan tahun lalu. Termasuk pemeliharaan rutin di Jl Sultan Alauddin dan Jl AP Pettarani Makassar.

Sumber:Harian Fajar, 27 Januari 2026

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *