Foto pramugari gadungan viral masuk Garuda Indonesia ternyata rekayasa AI

Kisah pramugari gadungan berinisial KN kembali menjadi sorotan publik.

Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, yang sebelumnya viral karena menyamar menggunakan seragam maskapai Batik Air itu kembali mencuri perhatian setelah muncul unggahan foto yang menyebut KN kini diterima bekerja sebagai pramugari di maskapai Garuda Indonesia.

Foto yang beredar menampilkan KN berdiri di samping seorang pejabat maskapai, lengkap dengan narasi yang menyebut ia telah bergabung melalui jalur resmi.

“Berdasarkan informasi keluarga, KN resmi diterima dan bertugas sebagai pramugari maskapai nasional Garuda Indonesia,” demikian bunyi narasi dalam unggahan yang ramai dibagikan di sejumlah platform media sosial.

Fotonya pun tampak meyakinkan bagi sebagian warganet, terutama bagi mereka yang tidak mengikuti perkembangan kasus KN sebelumnya.

Namun, seperti yang kemudian terungkap melalui klarifikasi resmi Garuda Indonesia, unggahan tersebut merupakan informasi palsu yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).

Garuda Indonesia: Foto Hoaks!

Garuda Indonesia menegaskan bahwa informasi yang beredar sama sekali tidak benar.

Bahkan foto yang digunakan merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Menanggapi beredarnya gambar di media sosial tentang oknum yang menyamar sebagai pramugari salah satu maskapai lokal yang kemudian diterima di Garuda Indonesia adalah tidak benar,” ujar Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

“Konten tersebut dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (Al) dan disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” kata Dicky.

Menurut Dicky, unggahan tersebut dibuat dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ditambah, kabar tersebut juga disebar tidak berasal dari sumber resmi Garuda Indonesia.

Dicky juga memastikan bahwa Garuda Indonesia belum membuka lowongan untuk posisi pramugari maupun awak kabin lainnya pada periode tersebut.

“Informasi resmi terkait rekrutmen hanya tersedia di career.garuda-indonesia.com,” ucapnya.

Duduk perkasa kasus pramugari gadungan

Sebelumnya, KN sempat viral karena kedapatan mengenakan seragam pramugari Batik Air tanpa izin, lengkap dengan atribut lainnya, layaknya awak kabin profesional.

Langkah itu ia lakukan demi mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia telah bekerja sebagai pramugari.

KN pernah melamar sebagai pramugari Batik Air, tetapi tidak lolos seleksi.

Kegagalan itu membuatnya malu untuk menceritakan ke orangtuanya sehingga dia memutuskan untuk berbohong.

“Dia ngelamar kerja jadi pramugari, namun ternyata gagal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Saat KN hendak ingin ke Jakarta naik pesawat, ia menggunakan seragam pramugari Batik Air agar orangtuanya percaya.

Karena merasa harus mempertahankan cerita yang terlanjur ia sampaikan kepada keluarga, KN nekat membeli berbagai atribut pramugari Batik Air.

Seragam yang dikenakan KN bukanlah inventaris resmi maskapai. Ia membelinya melalui toko daring, lengkap dengan koper berlogo Batik Air dan atribut name tag.

Sementara itu, Batik Air mengatakan, seluruh atribut yang dipakai memang bukan bagian dari sistem inventaris perusahaan.

Bahkan, mereka juga tidak pernah mengeluarkan atau menjual kepada pihak luar, termasuk terhadap KN.

Ketahuan saat inflight service

Kecurigaan pertama muncul dari kru kabin Batik Air yang sedang bertugas di penerbangan rute Palembang-Jakarta ID 70-508.

Ketika melakukan inflight service, staf melihat seorang “pramugari” duduk di bangku penumpang dengan seragam yang terlihat janggal.

Kecurigaan itu semakin menguat saat melihat bagian rok yang digunakan KN berbeda motif dengan pramugari lainnya.

Meskipun begitu, para kru kabin tidak melakukan kegaduhan apa pun. Mereka lebih memilih diam agar penerbangan bisa aman.

Namun, setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa KN.

Saat ditanya, ia tidak dapat menunjukkan identitas sebagai staf maskapai Batik Air.

Petugas kemudian membawa KN ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sana, ia mengaku tidak bekerja sebagai pramugari dan sebenarnya hanya sedang mencari pekerjaan di Jakarta.

“Sebenarnya dia masih cari kerja. Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga,” kata Yandri.

Kepada Yandri, KN juga mengakui bahwa ia berencana berganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Namun, waktu boarding terlalu mepet saat dirinya tiba di bandara tersebut.

Oleh karena itu, ia terpaksa melakukan penerbangan dari Palembang ke Jakarta dengan pakaian tersebut.

Sementara itu, pihak Batik Air memastikan KN terdata sebagai penumpang yang sah karena memiliki boarding pass.

Setelah pemeriksaan, pihak Batik Air memutuskan tidak melanjutkan proses hukum.

Namun pihak maskapai memberi syarat agar KN tidak mengulangi tindakannya dan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi.

KN dalam sebuah video juga menyatakan dirinya bukan pramugari Batik Air dan meminta maaf kepada pihak maskapai serta Lion Group.

“Video ini saya buat pernyataan dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terima kasih,” kata KN.

Sumber: kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *