Pembatalan penerbangan hingga perjalanan kereta terus berlanjut di sebagian Eropa. Badai salju hampir sepekan jadi penyebab utama.
Pada Rabu (7/1/2026) saja, 718 penerbangan di Bandara Schipol, Belanda, dan 110 penerbangan di Bandara Charles de Gaulle dan Bandara Orly, Perancis, dibatalkan. Pembatalan juga dilaporkan terjadi di bandara Inggris, Jerman, Irlandia, sampai Denmark. Jumlah yang tertunda juga banyak.
Pembatalan dan penundaan berlanjut sejak beberapa hari lalu. Pada Selasa (6/1/2026), 600 penerbangan dibatalkan atau ditunda di Schipol. Sejumlah negara Eropa melaporkan badai salju melanda sejak pekan lalu.
Menteri Transportasi Perancis Philippe Tabarot mengatakan, pembatalan dan penundaan akan terpaksa terus dilakukan setidaknya sampai Kamis (8/1/2026) dini hari. Bisa jadi periode pembatalan dan penundaan diperpanjang kalau cuaca tetap buruk.
Pembatalan di Schipol, Heathrow (Inggris), atau Charles de Gaulle berdampak ke beberapa negara dan kota. Sebab, bandara-bandara itu menjadi penghubung rute penerbangan lintas negara dan kota. Pembatalan di sana berarti pesawat dan penumpang di bandara lain juga terganggu.
Hotel-hotel di sekitar Schipol dan Heathrow dilaporkan penuh. Para penumpang yang tidak mendapatkan penginapan di tengah pembatalan dan penundaan penerbangan terpaksa menginap di bandara. ”Saya terpaksa merayakan ulang tahun di bandara,” kata Simiao Sun, yang sudah tiga hari berturut-turut terkena pembatalan penerbangan di Schipol.
Ia dan keluarganya sedang liburan di Eropa. Gara-gara badai salju, penerbangan pulang ke Beijing, China, tertunda berhari-hari.
Maskapai Belanda, KLM, menyatakan kewalahan dengan permintaan penjadwalan ulang atau pergantian penerbangan. KLM juga memperingatkan banyak penipu menyasar para penumpang yang telantar di bandara.
Pengguna internet gratis rentan mengungkap informasi pribadi mereka. Lalu, mereka jadi sasaran upaya penipuan daring. ”Jangan sembarangan klik tautan yang dikirim pihak-pihak tidak jelas dan mengutamakan maskapai,” demikian pernyataan KLM.
KLM menyatakan bahwa pembatalan dan penundaan masih akan terus berlanjut. Sebab, pembersihan es dari landasan aju dan landas pacu terkendala. Penanggung jawab pembersihan es di Bandara Schipol itu kekurangan cairan untuk membersihkan es. ”Kami belum pernah mengalami cuaca seekstrem ini selama bertahun-tahun,” kata juru bicara KLM, Anoesjka Aspeslagh.
Selama sepekan terakhir, KLM menghabiskan rata-rata 85.000 liter cairan pembersih es setiap hari. Cairan itu dipakai untuk membersihkan es dari landasan hingga badan pesawat.
Dengan persediaan sekarang, KLM cuma bisa membersihkan salju dari 25 persen pesawat di Schipol. Hal itu berarti, 75 persen pesawat terlalu bahaya untuk diterbangkan karena ditutup salju.
KLM gagal mengamankan pasokan cairan dari Jerman. Sebab, ada rebutan kebutuhan cairan itu dari beberapa bandara di seluruh Eropa di tengah badai salju yang parah.
Selain Schipol, kekurangan cairan itu juga dilaporkan terjadi di Heathrow, London; Charles de Gaulle, Paris; hingga Frankfurt dan Brussels.
Penumpang tak punya banyak pilihan. Perjalanan kereta di Belanda dan beberapa negara Eropa juga tertunda. Sementara perjalanan dengan mobil dianggap terlalu berbahaya karena jalanan licin tertutup salju.
Kode oranye
Otoritas cuaca Belanda, KNMI, mengumumkan kode oranye. Kode itu berarti warga sebaiknya di rumah saja kalau tidak ada keperluan mendesak untuk bepergian. Warga dianjurkan tidak bepergian, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.
Pada Rabu, salju hingga 10 sentimeter menutupi Belanda. Suhu malam hari dilaporkan merosot sampai minus 10 derajat celsius.
Di Inggris, suhu dilaporkan anjlok sampai minus 12,5 derajat celsius pada malam hari. Lebih dari 300 sekolah dilaporkan ditutup di seluruh Skotlandia.
Otoritas sebagian kota di Perancis menghentikan layanan bus sekolah karena jalanan terlalu berbahaya. Akibatnya, banyak anak tidak sekolah karena tidak ada angkutan dari rumah.
Bahaya jalanan Perancis antara lain tecermin dari lima orang tewas akibat kecelakaan di tengah badai. Bahkan, ada salah satu taksi tercemplung ke Sungai Marne. Pengemudi tewas, penumpang kritis akibat hipotermia. Otoritas Perancis mencatat kemacetan total 1.000 kilometer akibat salju.
Sementara di Bosnia, seorang perempuan tewas tertimpa pohon yang tumbang di tengah badai salju. Dengan demikian, di seluruh Eropa, enam orang tewas akibat badai salju Januari 2026 ini.
Seorang pemandu wisata di Paris, Valeria Pitchouguina, mengaku harus bekerja keras menjaga kelompok pelancong tetap bersama. Jalanan dan trotoar tertutup salju. ”Bukannya jalan-jalan di Paris, malah mirip mendaki puncak Mont Blanc,” katanya.
Sumber: kompas.id

