Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dibawa ke rumah sakit setelah terjatuh di kediamannya, Selasa (6/1/2026) pagi. Dokter masih mengobservasi lebih lanjut terkait kesehatan tokoh politik berusia 100 tahun itu.
Menurut Malay Mail, Mahathir jatuh saat berpindah dari satu bagian balkon ke ruang tamu. Dengan ambulans, dia lalu dibawa di Institut Jantung Nasional (IJN), Kuala Lumpur, sekitar pukul 09.30. Rumah sakit masih melakukan observasi secara menyeluruh.
”Beliau sadar. Saya tidak tahu apakah dia akan dirawat atau tidak untuk saat ini. Itu masih terlalu dini untuk dikatakan,” kata Sufi Yusoff, Sekretaris Pers Mahathir, yang menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi Mahathir.
Menurut kantor berita Anadolu, dokter menduga Mahathir menderita ”patah tulang pinggul”. Laporan medis diperkirakan akan disampaikan pada Selasa, malam.
Hingga Selasa sore, anggota keluarga dan pejabat Malaysia masih menanti kabar dari dokter. Dilansir dari The Sun, keluarga Mahathir telah meminta publik menanti pernyataan resmi ketimbang berspekulasi tentang kondisinya.
Mahathir pernah menjadi Perdana Menteri Malaysia sekitar 24 tahun. Ia menjabat pada periode pertama selama tahun 1981-2003 lalu berkuasa lagi pada 2018-2020. Saat periode kedua, Mahathir sudah berusia 94 tahun sehingga menjadi pemimpin terpilih tertua di dunia pada saat itu.
Kabar tentang rawat inap Mahathir menyebar dengan cepat di media sosial dan media massa. Sebagian warganet Malaysia menyatakan keprihatinan dan mendoakan kesembuhannya.
Setiap kali Mahathir sakit, tokoh-tokoh politik dari berbagai spektrum secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada negarawan senior tersebut. Beberapa pemimpin telah mengunjunginya selama rawat inap sebelumnya.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, mendoakan kesembuhan Mahathir. ”Saya dan Azizah berdoa untuk kesehatan Tun (Mahathir) dan semoga beliau segera pulih,” tulisnya di platform X.
Anwar sedang sibuk mereformasi politik Malaysia. Pada Senin (5/1/2026), ia mengatakan, pada tahun ini, ia akan memperkenalkan undang-undang untuk membatasi masa jabatan perdana menteri maksimal 10 tahun. Kebijakan tersebut merupakan salah satu janji kampanyenya.
”Kami akan mengajukan rancangan undang-undang untuk membatasi masa jabatan perdana menteri, tidak melebihi 10 tahun atau dua periode penuh. Lebih baik bagi kita untuk menyerahkannya kepada generasi berikutnya,” kata Anwar dalam pengumuman khusus Tahun Baru.
Saat ini, Malaysia tidak memiliki batasan masa jabatan perdana menteri. Sewaktu menjabat di masa lalu, PM Mahathir juga kerap mendapat kritik karena berkuasa terlalu lama sampai akhirnya mengundurkan diri pada 2003.
Terus bermasalah
Mahathir merupakan salah satu tokoh politisi dunia yang berumur panjang. Menurut dia, kunci umur panjang ialah hidup sehat. Dia tidak merokok, makan berlebihan, dan terus melatih otaknya.
”Selama saya masih bisa beraktivitas, saya ingin beraktivitas. Saya ingin berperilaku seolah-olah saya tidak menua. Saya mencoba menjalani kehidupan yang sama seperti ketika saya masih muda. Dan, saya pikir menjadi aktiflah yang membuat saya tetap hidup,” kata Mahathir, beberapa waktu lalu.
Meski usianya sudah lanjut dengan beragam masalah kesehatan, Mahathir tetap aktif di dunia politik Malaysia. Dia bekerja sebagai anggota parlemen untuk Langkawi sambil terus bersuara tentang urusan nasional.
Namun, kesehatan Mahathir terus bermasalah beberapa tahun terakhir. Pada 13 Juli 2025, ia sempat dirawat di IJN akibat kelelahan setelah piknik untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-100 dan perayaan ulang tahun istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali yang ke-99 di Putrajaya. Sebelumnya, ia telah menjalani operasi bypass untuk masalah jantung.
Mahathir punya riwayat masalah jantung sejak beberapa dekade lalu. Ia mengalami serangan jantung pertama pada tahun 1989 di usia 64 tahun lalu menderita dua serangan lagi pada 2006. Mahathir lalu menjalani operasi bypass jantung tahun 2007.
Sumber: kompas.id

