Berusia 100 Tahun, Mahathir Cedera Serius Usai Jatuh di Rumah

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah cedera serius, patah tulang pinggul akibat terjatuh di rumahnya pada Selasa (6/1/2026) pagi.

Tokoh politik berusia 100 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar.

Ajudannya, Sufi Yusoff, menyampaikan bahwa Mahathir terjatuh saat sedang berjalan dari balkon menuju ruang tamu. “Setelah pemeriksaan medis, telah dipastikan bahwa Tun (Mahathir) mengalami patah tulang pinggul kanan,” ujar Sufi dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.

Menurut Sufi, Mahathir akan menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit Institut Jantung Nasional (IJN) Kuala Lumpur selama beberapa minggu ke depan.

Menurut Sufi, Mahathir akan menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit Institut Jantung Nasional (IJN) Kuala Lumpur selama beberapa minggu ke depan.

Putrinya, Marina Mahathir, mengatakan bahwa meski cedera tersebut tergolong serius, kondisi ayahnya tidak mengkhawatirkan.

“Ini serius, tetapi tidak berbahaya. Untuk usianya, semuanya relatif… Dia baik-baik saja,” kata Marina kepada kantor berita Bernama.

Kepada AFP, Marina menambahkan bahwa cedera tulang pinggul merupakan hal yang menyakitkan bagi siapa pun, terlebih lagi pada usia 100 tahun.

“Ayah baik-baik saja, tetapi patah tulang pinggul selalu menyakitkan, terlepas dari berapa pun usia Anda,” katanya.

“Pada usia 100 tahun, jatuh atau patah tulang apa pun itu buruk… Jadi butuh waktu untuk sembuh,” lanjutnya.

Doa dari PM Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut menyampaikan doa untuk kesembuhan Mahathir melalui unggahan di media sosial.

“Azizah dan saya berdoa untuk kesehatan dan kesembuhan Tun (Mahathir) yang cepat, Insya Allah,” tulis Anwar di akun Facebook-nya, merujuk pada istrinya, Wan Azizah Wan Ismail.

Mahathir, yang pernah menjadi mentor politik Anwar sebelum berbalik menjadi rival, beberapa kali menjalani perawatan medis dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Juli lalu, ia sempat dirawat karena kelelahan usai menghadiri acara piknik perayaan ulang tahunnya yang ke-100.

Mahathir menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama dua periode, yakni pada 1981–2003 dan kembali menjabat pada 2018–2020.

Saat menjabat di usia 94 tahun, ia menjadi pemimpin pemerintahan tertua di dunia yang masih aktif.

Dikutip dari South China Morning Post, hubungan Mahathir dan Anwar menjadi bagian penting dari dinamika politik Malaysia dalam dua dekade terakhir.

Ketegangan keduanya dimulai pada akhir masa jabatan pertama Mahathir, ketika Anwar yang kala itu menjabat wakil perdana menteri dipenjara atas tuduhan korupsi dan sodomi, setelah perbedaan pandangan mereka dalam menangani Krisis Keuangan Asia 1997–1998.

Pada 2018, keduanya sempat berdamai untuk menggulingkan pemerintahan Barisan Nasional yang dipimpin UMNO.

Mahathir kembali menjabat sebagai perdana menteri dalam koalisi Pakatan Harapan. Akan tetapi, aliansi itu tidak bertahan lama. Pada 2020, pemerintahannya kolaps akibat manuver politik internal.

Setelah gagal mempertahankan kursi parlemen Langkawi dalam pemilu 2022, Mahathir sempat menyatakan akan mundur dari politik.

Namun, ia tetap tampil aktif, terutama melalui media sosial, dengan kritik terhadap pemerintahan Anwar, serta isu-isu luar negeri seperti Israel dan Amerika Serikat.

Sumber: kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *