PSM Makassar kembali kesulitan mencetak gol di Super League 2025/2026.
Dalam tiga laga terakhir, Juku Eja hanya mampu menghasilkan satu gol.
Terbaru PSM Makassar harus mengakui keunggulan Persib Bandung 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (27/12/2025) malam.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tiga laga awal bersama pelatih Tomas Trucha.
Saat itu, PSM mencetak 10 gol dari tiga pertandingan: menang 1-0 atas Dewa United, melibas PSBS Biak 5-0, serta menang dramatis 4-3 atas Persis Solo.
Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai Trucha harus segera mencari akar masalah menurunnya produktivitas gol.
Menurutnya, minim suplai bola dari gelandang membuat penyerang kesulitan.
Gelandang kurang kreatif dalam mengalirkan bola, baik direct pass maupun through pass.
Selain itu, penyerang sulit lepas dari penjagaan lawan sehingga jarang mendapat ruang kosong.
Finishing juga dinilai kurang efektif.
“Lini depan PSM harus dimaksimalkan, apakah karena suplai bola minim, pergerakan kurang bagus, atau keputusan yang tidak tepat,” kata Imran, Minggu (28/12/2025).
Tak hanya lini depan, pertahanan PSM juga rapuh.
Dalam empat laga terakhir, gawang PSM kemasukan tujuh gol tanpa clean sheet.
Imran menilai fokus dan disiplin pemain belakang harus ditingkatkan.
Saat melawan Persib, gol terjadi bukan dari open play, melainkan set piece sepak pojok.
“Fokus, penjagaan man to man, dan disiplin,” tegas mantan pemain Timnas Indonesia itu.
Pelatih Tomas Trucha mengakui pemain masih beradaptasi dengan taktik barunya.
Ia baru dua bulan menukangi Yuran Fernandes dan kawan-kawan.
“Dari pertandingan ke pertandingan, pemain semakin beradaptasi dengan permainan yang saya inginkan. Saya percaya itu akan terjadi,” ujarnya usai laga.
Trucha menekankan pentingnya kerja keras.
Ia yakin kemenangan akan datang seiring performa tim yang semakin solid.
“Pada saat kami melakukan yang terbaik, kami akan mulai mendapatkan poin,” tutupnya. (*)
Sumber: tribunnews.com

