Jelang Natal-Tahun Baru Solar Langka di Makassar, Isu Pelangsir Menguar

Menjelang akhir tahun, kelangkaan solar akut terjadi di wilayah Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga malam hari. Para pengendara mengeluhkan kinerja dan pengawasan Pertamina, khususnya pelangsir solar, di tengah peningkatan penumpang mudik dan wisata.

Hingga Sabtu (20/12/2025) antrean kendaraan untuk membeli solar terjadi merata di semua stasiun pengisian bahan bakar di Makassar. Pengendara antre sejak subuh untuk mendapatkan jatah solar.

Fahri (32), sopir dengan rute Makassar ke Luwu Timur, telah antre sejak pukul 05.00. Setelah tiba dari Sorowako dan menurunkan penumpang, ia lantas menuju SPBU di Jalan Urip Sumoharjo untuk mengisi bahan bakar.

”Biasanya, pukul 7 pagi kita sudah pulang, persiapan berangkat lagi sebentar malam. Ini sudah mau siang belum bisa isi, katanya sebentar pukul 12 siang baru ada stok,” katanya.

Selama lebih dari 20 tahun menjadi sopir, ia merasa kelangkaan solar saat ini merupakan yang paling parah. Sebab, stok tidak jelas tersedia meski telah menunggu berjam-jam. Ia khawatir situasi ini membuat penumpang kian kesulitan di tengah meningkatnya animo liburan dan wisata.

”Harusnya sekarang saat mudah untuk mendapatkan solar karena orang banyak bepergian. Itu menunjang wisata daerah. Tapi, kenapa susah sekali untuk dapat solar? Sementara ada minibus yang isi bisa sampai 500 liter? Tidak masuk akal,” tanyanya.

Esra (36), sopir lainnya, melihat kelangkaan solar ini disebabkan permintaan yang tinggi pada akhir tahun. Dalam masa itu, beberapa oknum mengambil kesempatan untuk melangsir solar subsidi untuk kebutuhan pribadi.

Ia berharap agar pemerintah serius menangani para pelangsir sehingga kelangkaan solar tidak terjadi. Penegakan hukum penting dilakukan agar ada efek jera bagi pelaku. ”Sudah harus dibasmi karena benar-benar mengganggu sopir seperti kami. Di Makassar yang kota besar saja seperti ini, bagaimana daerah lain yang tidak diawasi?” tambah Esra.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menyebutkan, pihaknya segera mengambil langkah untuk mengetahui penyebab utama kelangkaan ini. Terlebih lagi, kelangkaan terjadi pada akhir tahun saat aktivitas warga meningkat, baik mudik jelang Natal maupun liburan pada akhir tahun.

”Kami segera pertanyakan ke Pertamina soal kelangkaan ini. Apakah stok yang berkurang atau ada hal lain yang terjadi,” ucapnya.

Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw yang dihubungi belum merespons pertanyaan yang dikirimkan.

Kelangkaan solar menjadi fenomena yang berulang di berbagai wilayah, termasuk Sulsel. Akhir tahun lalu, kelangkaan bahan bakar terjadi merata meski Pertamina mengaku tidak mengurangi stok dan penyaluran. Meski begitu, di lapangan antrean mengular dan para oknum pelangsir mengambil kesempatan.

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *