Syarat New Normal jika Liga dijalankan⁠

TELSTARFM – Dirut PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan akan menjalankan protokol kesehatan apabila liga 1 dapat dilaksanakan, salah satunya saat bola out harus disemprot disinfektan terlebih dahulu sebelum kembali ke lapangan.⁠

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali melakukan rapat bersama klub Liga 1 dan Liga 2 membahas kelanjutan kompetisi (2/6/2020). Setidaknya, dari rapat terakhir itu mengerucut bahwa PSSI akan melanjutkan kompetisi 2020. PSSI juga menyatakan telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk melaksanakan sepakbola new normal.

Selain itu, PSSI juga memaparkan beberapa wacana, di antaranya : 1) Muncul wacana dari PSSI kompetisi Liga 1 bergulir bulan September dan Liga 2 Oktober 2020. 2) Subsidi klub liga 1 sebesar 800 juta dan liga 2 150 juta. 3) Liga 1 tanpa ada degradasi dengan promosi 2 klub dari liga 2. Sedangkan liga 2 tidak ada degradasi. 4) untuk pertandingan liga 1 dipusatkan di jawa. Liga 2 di jawa dengan format home turnamen. 5) Protokol kesehatan sudah disiapkan oleh dokter PSSI.

Wacana tersebut mendapatkan respons dari beberapa pihak ada pro dan kontra. Klub liga 1 Persiraja mengapresiasi wacana bergulirnya kompetisi. “Kita mendukung usulan liga tersebut lanjut bulan September. Bahkan usulan PSSI tersebut bisa finis April 2021. Ini sudah sesuai dengan harapan kita sebelumnya,” kata Sekum Persiraja, Rahmat Djailani.

Sedangkan, Klub PSIM Jogjakarta menyayangkan promosi dari liga 2 hanya 2 tim. “Promosi jangan dikurangi, harusnya ditambah satu lagi jadi empat slot, karena kalau dua kemungkinan promosi makin mengecil,” kata CEO PSIM, Bambang Susanto (2/6/2020). Secara umum, memang kompetisi terkesan di paksakan. Dan jika dilihat, maka sebenarnya format kompetisinya akan berubah total dengan rencana awal kompetisi. Saya menilai, dari lima wacana PSSI tersebut, masih bersifat top down dan kurang detail. Menurut saya, ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi jika PSSI akan melanjutkan kompetisi. Beberapa syarat ini dapat meniru kompetisi Bundesliga:

Pertama, dasar utama kompetisi lanjut atau tidak adalah kondisi riil kesehatan pemain. Seluruh pemain dan official pertandingan harus di tes dulu dua bulan sebelum kompetisi bergulir. Tujuannya untuk memastikan agar tidak ada yang tertular covid 19, jika pun ada, segera dilakukan upaya penyembuhan. Terkait dengan ini, siapa yang akan membiayai, klub atau PSSI. Tentu ini tidak murah, dan klub berarti harus mengalokasikan keuangan tambahan. Fasilitas tim kesehatan Klub biasanya juga sangat minim. Jika seluruh pemain dan official serta perangkat pertandingan negatif covid-19, silahkan berbicara terkait kompetisi. Ini harus tegas dilakukan, untuk keselamatan pemain dan semua orang yang terlibat. Jangan lakukan tes sambil kompetisi berjalan. Ini sangat berbahaya menjadi klaster baru.Selanjutnya, stadion dan seluruh alatnya, bahkan bola juga harus di sterilisasi agar tidak menjadi medium penularan. Saat menuju stadion, di dalam bus juga harus diatur jaga jarak, sehingga pasti ada penambahan jumlah bus untuk setiap tim. Untuk pemain cadangan, duduknya juga harus jaga jarak, dan menggunakan masker.

Kedua, mental dan psikologis pemain siap atau tidak bermain di tengah pandemi. Ini harus disiapkan dengan baik. Agar tidak stres dan justru malah mengancam kesehatan pemain karena daya tahan tubuh menurun. Untuk hal ini, biasanya tidak diperhatikan oleh klub. PSSI juga harus konsen terkait hal ini. Kedisiplinan pemain dalam menjaga kontak dengan orang lain menjadi penting.

Ketiga, seperti Bundesliga, seharusnya, pertandingan digelar tanpa penonton. Sebelumnya PSSI tidak memperjelas, kelanjutan kompetisi dengan atau tanpa penonton. Ini penting karena, sangat sulit mengatur suporter indonesia jika tidak ada larangan. Bahkan, dalam keadaan normal biasanya, ketika pertandingan sudah dinyatakan tidak boleh ada penonton, suporter fanatik klub tetap nekat masuk stadion. Petugas keamanan pun menyerah. Hal ini jangan terjadi, sekalipun diatur jarak penonton, lebih baik jangan dilakukan. Jika dilakukan, pertandingan sepakbola dapat menjadi klaster baru penyebaran covid 19.

Keempat, Harus ada sanksi yang tegas jika ada yang melanggar protokol kesehatan. Misalnya, jika ada yang melanggar maka klub akan dicoret dari kompetisi. Ini penting agar tidak main main dan saling menjaga untuk keberlangsungan kompetisi.

==========

Source : Kumparan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *