Mata Kuliah Taylor Swift Bakal Diajarkan di Universitas Harvard Semester Depan

Universitas Harvard akan membuka kelas mata kuliah ‘Taylor Swift and Her World’ semester depan. Mata kuliah ini akan diampu oleh Profesor Bahasa Inggris Stephanie L Burt, yang juga mengaku sebagai Swiftie sejak lama.

Brut telah menjadi penggemar artis berusia 33 tahun itu sejak mendengarkan musiknya hampir 15 tahun yang lalu, dan sekarang ingin berbagi minatnya dengan murid-muridnya.

Seperti diketahui, saat ini Taylor Swift telah mendominasi segalanya mulai dari tangga lagu hingga berita utama media.

Melansir The Standard, Rabu (29/11/2023), dalam mata kuliah Taylor Swift, mahasiswa akan mempelajari seluruh lirik, musik, dan pengaruh Swift hingga saat ini. Mereka juga membedah katalognya dan membaca sejumlah penulis yang menurut Burt relevan untuk memahami seni dari pelantun lagu ‘Shake it Off’ itu.

“Kita cukup beruntung hidup di masa ketika salah satu seniman besar merupakan salah satu orang paling terkenal di planet ini. Mengapa Anda tidak mengikuti mata kuliah tentang hal itu?” kata Burt.

Menurut Burt, dengan mengajar mata kuliah Taylor Swift akan benar-benar terpakai oleh mahasiswanya, entah karena mahasiswa menginginkannya atau karena kurikulum membutuhkannya.

Burt melanjutkan, mata kuliah ini bertujuan untuk menambahkan konteks Swift atau sebuah tugas yang khususnya dilakukan oleh Harvard Swifties yang mungkin hanya memiliki sedikit pengenalan formal terhadap analisis sastra dan estetika.

Dia mengatakan, merasa menarik bagaimana Swift terlibat dengan kanon sastra, kadang-kadang secara langsung menyebutkan pengaruh dan inspirasi dalam musiknya.

“Misalnya, dalam lagunya The Lakes, dia menyanyikan baris “beritahu aku apa Wordsworth-ku” yang mengacu pada penyair Romantis Inggris William Wordsworth,” jelas Burt.

Ini bukan pertama kalinya Swift berhasil masuk dunia akademis. Queen Mary University of London menjadi salah satu universitas pertama di Inggris yang menawarkan program studi yang terinspirasi oleh Swift dua bulan lalu.

Dipimpin oleh Dr Clio Doyle, mahasiswa yang mengikuti modul yang mempelajari karya Swift. Ini termasuk apakah lirik Swift harus dipelajari dengan cara yang sama seperti kita mempelajari William Shakespeare atau Charles Dickens.

Modul ini menyarankan bahwa lirik Taylor Swift dapat dan harus dibaca sebagai karya sastra. Dalam melakukannya, akan memperhatikan unsur formal seperti sajak dan pilihan kata.

“Kami juga akan menganalisis lagu-lagunya dengan bantuan teks-teks penting dalam teori kritis dan mendiskusikan konteks politik, nasional, dan sejarah dari karyanya,” ucapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *