1.387 Hoaks Selama Pandemi Covid-19

Telstar FM – Penyebaran berita bohong alias hoaks di era digital penyebarannya semakin masif, termasuk yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Kondisi itu diperparah karena masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menyampaikan sejak pandemi Covid-19 menyentuh Indonesia pada Maret 2020, ada 1.387 jenis hoaks yang teridentifikasi. Berbagai upaya sudah dilakukan Kominfo guna menekan dan mencegah penyebaran berita bohong tersebut.

Salah satu hoaks yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu adalah terkait meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi. Mayor Infantri Sugeng Riyadi, Kepala Staf Kodim 0817/Gresik adalah korbannya. Ia diberitakan meninggal dunia setelah mendapat vaksin Covid-19, Jumat (15/1) lalu.

“Saya ditunjukkan melalui pesan WhatsApp, bahwa saya dikabarkan meninggal dunia. Saya pertama kali mendengar berita ini justru dari komandan saya Dandim 0817/Gresik, Letkol Taufik Ismail, kemudian saya diajak foto selfie untuk menangkal berita tidak benar itu,” terang Mayor Sugeng.

“Ini modus baru yang mencampurkan fakta bahwa ada tentara meninggal dan ditautkan dengan fakta pak Mayor Sugeng divaksin,” timpal Semuel.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho, menambahkan akhir-akhir ini isu dominan adalah hoaks terkait vaksin Covid-19. “Kami mencatat ada 83 hoaks terkait dengan vaksin Covid-19 dan viralitasnya cukup tinggi, karena 42% terkait dengan isu keamanan dan kemanjuran termasuk hoaks kematian Mayor Sugeng,” ungkapnya.

Penyebaran hoaks ini memiliki beragam motif, termasuk motif ekonomi juga ada juga niat jahat di baliknya. Lebih lanjut, Septiaji menganalisis ada beberapa kelompok masyarakat yang terpengaruh oleh hoaks vaksinasi ini.

====

Source Sindonews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *